Home Breaking News Dana Desa Meningkat, Jokowi: Hati-hati Mengelolahnya

Dana Desa Meningkat, Jokowi: Hati-hati Mengelolahnya

227
Presiden Jokowi menyampaikan arahan tentang dana desa pada Rakornas Pengawasan Intern Pemerintah 2017, di Istana Negara, Jakarta, Kamis (18/5/2017). (Foto: Setkab)

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengemukakan, pemerintah terus menaikkan alokasi anggaran untuk Dana Desa. Tahun 2015 sebesar Rp20 triliun, tahun 2016 sebesar Rp47 triliun, dan tahun 2017 sebesar Rp60 triliun.

“Meningkatnya sangat besar sekali. Tetapi hati-hati mengelola uang sebesar ini juga tidak mudah,” kata Presiden Jokowi saat memberikan sambutan pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengawasan Intern Pemerintah 2017, di Istana Negara, Jakarta, Kamis (18/5/2017).

Presiden mengingatkan kepada para Kepala Desa, uang Rp60 triliun itu tidak sedikit. Bisa menjadikan desa baik, tapi juga bisa menjadikan kepala desa menjadi tersangka kalau tidak baik cara-cara pengelolaannya.

“Saya berharap aparat pengawasan intern pemerintah (APIP) bisa mengawal, mengawasi, mengecek, mengontrol, agar nanti ada output dan outcome yang baik, ada outcome,” ujar Presiden.

Untuk itu, Presiden Jokowi mengharapkan agar dibangun sebuah aplikasi sistem keuangan desa yang simpel, yang sederhana.

“Yang paling penting simpel tapi gampang dicek, gampang dikontrol, gampang diawasi. Prinsipnya begitu. Tidak perlu laporan bertumpuk-tumpuk tapi uangnya hilang entah untuk apa,” tutur Presiden.

Presiden Jokowi meniai, aplikasi sistem keuangan desa ini, penting sekali untuk segera diimplementasikan, sehingga ada transparansi, ada pertanggungjawaban yang betul-betul konkret, riil.

Tidak hanya di tulisan, lanjut Presiden, tapi di lapangannya juga kelihatan. Tidak hanya pelaporan tapi konkret bisa dirasakan manfaatnya oleh rakyat.

“Keinginan kita ke sana. Orientasi kita jangan orientasi prosedur, harus berubah orientasi kita adalah orientasi hasil,” tutur Presiden Jokowi.

Menurut Presiden, sekarang itu bukan negara kuat mengalahkan negara lemah. Bukan negara besar mengalahkan negara kecil, tapi negara yang cepat akan mengalahkan negara yang lambat.

“Inilah yang harus kita perangi, yang harus kita selesaikan. Kalau kita masih bertele-tele, masih berbelit-belit, jangan harap kita memenangkan pertarungan antar negara,” ujar Presiden. (pemi)

Komentar

Komentar