Home Breaking News Dampak Dahlia, Penyeberangan Selat Sunda Tutup 9 Jam

Dampak Dahlia, Penyeberangan Selat Sunda Tutup 9 Jam

97
Dampak Dahlia, Penyeberangan Selat Sunda Tutup 9 Jam

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Badai Siklon Dahlia menyebabkan Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni (Lampung) Merak (Banten) ditutup hingga 9 jam, sejak Kamis (30/11/2017) pukul 18.00 WIB sampai Jumat (1/12/2017) pukul 3.00 WIB.

“Pelabuhan ditutup sejak Kamis pukul enam sore. Ini karena semata-mata untuk keselamatan penumpang kapal, karena cuaca belum membaik,” kata Manajer Operasional PT ASDP Cabang Bakauheni Sugeng Purwono, dilansir dari Republika, Jumat (1/12/2017).

Ia mengatakan manajemen PT ASDP tidak melihat lagi persoalan kendaraan pribadi dan truk barang yang menumpuk atau penumpang yang ingin menyeberang terhambat, persoalannya kondisi cuaca saat ini sedang buruk karena badai Siklon Dahlia yang menyerang pesisir barat dan selatan Sumatra.

Menurutnya, penutupan Pelabuhan Bakauheni dan Merak akan dibuka kembali dan kapal bisa beroperasi lagi bergantung dengan cuaca dan angin kencang di Perairan Selat Sunda.

Penutupan pelabuhan berdampak pada kendaraan truk barang yang melintas dari Jawa dan Sumatra terganggu. Penumpukkan truk di pelabuhan bakauheni tak terhindarkan.

Sedangkan truk-truk yang melintas di Jalan Lintas Sumatra (Jalinsum) terpaksa menghentikan laju kendaraan menuju Pelabuhan Bakauheni.

Truk-truk barang dari arah Palembang menuju Pelabuhan Bakauheni pada Kamis malam, terpaksa menginap di SPBU dan rumah makan di Jalan Lintas Soekarno-Hatta Kota Bandar Lampung, menunggu informasi pelabuhan penyeberangan dibuka kembali.

“Kami parkir dulu di SPBU Jalan Soekarno-Hatta daripada melanjutkan ke pelabuhan,” ungkap Rudi, sopir truk barang tujuan Bandung.

Ia dan rekan sesama sopir truk banyak menghentikan truknya di jalan, dan menginap di Kota Bandar Lampung, karena telah mendapat informasi kapal fery tidak beroperasi di malam hari, karena faktor cuaca dan gelombang tinggi.

Tak hanya truk, bus penumpang Damri dan bus lainnya tertunda keberangkatannya untuk menyeberang ke Pulau Jawa.

“Saya tidak jadi berangkat jam 9 malam, karena petugas mengatakan perjalanan ditunda sampai pelabuhan dibuka lagi,” kata Wati, penumpang PO Damri di Stasitun Tanjungkaran.

Penutupan Pelabuhan Bakauheni Merak sangat jarang terjadi, karena mobilitas dua pelabuhan tersebut sangat penting untuk distribusi barang dan penumpang antara Pulau Sumatra dan Jawa.

Bila pelabuhan ditutup maka distribusi barang dan komoditas pangan dan sembako terganggu, dan menyebabkan pasokan terhambat sehingga berdampak pada harga di pasaran.

“Kalau pelabuhan ditutup lama, otomatis pasokan barang dan sembako Jawa dan Sumatra terganggu, harga mulai naik. Mudah-mudahan cuaca normal kembali, karena memang ombak lagi tinggi di Selat Sunda sampai lima meter,” kata Usman, pemilik toko sembako di Kota Bandar Lampung. (*)

image_pdfimage_print

Komentar

Komentar