Curhat Ny Muaimah Korban Kecelakaan Maut

TANGERANG, CITRAINDONESIA.COM- ‘Saya ketiban sepeda motor Pak’. Begitu curhat Ny Muaimah, seorang korban selamat¬†kecelakaan maut Bus Pariwisata F 7959 AA di Tanjakan Emen, Subang Jawa Barat, kepada Kakorlantas Polri, Irjen Pol Royke Lumowa, saat datang membesuk para korban luka berat maupun ringan di RSUD Tangerang Selatan, Pamulang, Banten, Minggu (11/2/2018).

Royke juga bertanya lebih jauh kepada Muaimah. ‘Apakah bus tersebut penuh saat peristiwa terjadi?’. Nya Muaimah menjawab lugas :¬†. ‘Penuh Pak’.

Sekedar tahu, Jenderal Pol Bintang Dua itu membesuk para korban itu usai memimpin olah TKP sehingga dia mendapatkan keterangan dari para korban ihwal peristiwa mengenaskan menewaskan 27 orang itu.

Bahwa 16 otang korban luka berat dan ringan tengah dipindahkan dari RSUD Subang ke RSUD Tangsel tersebut.

Kakorlantas yang tiba malam hari langsung berkeliling ke beberapa ruang perawatan, serta Instalasi Gawat Darurat (IGD) seraya menyapa satu-persatu para korban yang dirawat di rumah sakit tersebut.

Ia juga mengisahkan tentang seorang anak kecil yang menjadi korban dari kecelakaan tersebut dan masih memperoleh perawatan intensif di Subang karena belum memungkinkan untuk dipindahkan.

Royke juga mengunjungi kamar perawatan yang dihuni oleh Sawiyah dan seorang anak bernama Abdul Faqih.

Kepada awak media, Royke mengatakan sempat berbincang dengan beberapa pasien yang dirawat di RSUD Tangerang Selatan. Ia menanyakan bagaimana sikap sopir dalam mengemudi.

‘Dari keterangan pasien yang masih segar berbicara, ditanya kelakuan sopir sejak berangkat. Pengakuan pasien mengatakan sebenarnya supir dari awal berangkat dia cukup disiplin, tidak ugal-ugalan’, jelasnya.

Hasil sementara penyelidikan, kecelakaan tersebut diduga karena rusaknya fungsi rem dari bus tersebut. Polisi masih menyelidiki untuk memastikan penyebab kecelakaan.

‘Hasil pengecekan kami sementara, mekanis daripada peralatan rem dari bis itu terjadi gangguan di luar fungsi rem di roda kanan belakang. Seharusnya ada dua selang aliran hidrolik, ini tinggal satu karena satu tercabut’, urainya. (ntmc/ling)