Home Breaking News Cara Oknum Bobol Uang Bank Mandiri Rp1,4 Triliun

Cara Oknum Bobol Uang Bank Mandiri Rp1,4 Triliun

497
Kasir Bank Mandiri menghitung uang yang disetorkan nasabah. (Foto: istimewa)

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- “Nah lo… dibobol uang Bank Mandiri Rp1,4 triliun?” Kasus ini diusut Kejaksaan Agung RI (Kejagung). Ada 11 saksi sudah diperiksa tim penyidik untuk dapat buktinya.

“Penyidik telah memeriksa 11 orang saksi,” kata Kapuspenkum Kejagung, Muhammad Rum di Jakarta, seperti dikutip Antara, Rabu (11/10/2017). Namun kata dia penyidik belum menetapkan tersangka dalam kasus ini

Pembobolan uang dengan angka mencengangkan ini terjadi kantor PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Commercial Banking Center Cabang Bandung diduga melibatkan perusahaan swasta yakni PT Tirta Amarta Bottling Company (TAB). Caranya? PT TAB diduga mark up nilai aset sebagai jaminan.

Mereka yang sudah diperiksa itu antara lain : Deru Widyarto, Wholesale Credit Risk Head PT Bank Mandiri Cabang Bandung dan Ferisa Kawun, Senior Credit Risk Manager PT Bank Mandiri Cabang Bandung.

Pemeriksaan Rabu malam (11/10/2017), kedua saksi menyatakan restrukturisasi kredit macet PT Tirta Amarta Bottling mengalami kolektibilitas V sejak 21 Agustus 2016.

Awalnya 15 Juni 2015. Direktur PT TAB mengajukan perpanjangan dan tambahan fasilitas kredit dalam Surat Nomor: 08/TABco/VI/205 kepada pimpinan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Commercial Banking Center Bandung.

Perpanjangan seluruh fasilitas Kredit Modal Kerja (KMK) sebesar Rp880,6 miliar, perpanjangan dan tambahan plafon LC Rp40 miliar, jadi total plafon LC menjadi Rp50 miliar, serta fasilitas Kredit Investasi (KI) Rp250 miliar selama 72 bulan.

Dalam dokumen pendukung permohonan perpanjangan dan tambahan fasilitas kredit terdapat data aset PT TAB yang tidak benar dengan cara dimark up dari aset yang sebenarnya.

Berdasarkan Nota Analisa pemutus kredit Nomor CMG.BD1/0110/2015 tanggal 30 Juni 2015 diketahui seolah-olah kondisi keuangan debitur atau PT TAB itu berkembang. Perusahaan itu akhirnya bisa memperoleh perpanjangan dan tambahan fasilitas kredit tahun 2015 sebesar Rp1,17 triliun.

PT TAB juga menggunakan uang fasilitas kredit antara yang lain Rp73 miliar. Uang semestinya hanya diperkenankan untuk kepentingan KI dan KMK, tetapi justru dipergunakan untuk keperluan yang dilarang untuk perjanjian kredit.

“Akibatnya telah merugikan keuangan negara Rp1,4 triliun yang terdiri dari pokok, bunga dan denda,” ujar humas Kejagung itu. (adams)

Komentar

Komentar