Home Breaking News Buya Kutuk Suyono Serang Gereja Santa Lidwina

Buya Kutuk Suyono Serang Gereja Santa Lidwina

154
Buya Syafii Maarif - foto cnn

SLEMAN, CITRAINDONESIA.COM- Buya Safii Maarif berang. Mengutuk oknum Suyono, yang menyerang secara membabibuta pakai samurai sepanjang 1 meter para jemaat dan Pastur saat beribadah di Gereja Santa Lidwina Bedog, Sleman, DIY, Minggu pagi (11/2/2017).

‘(Penyerangan) Ini biadab‘, tegas Buya Syafii Maarif Syafii di sekitar Gereja Santa Lidwina itu saat kepada wartawan seperti disiarkan CNNIndonesia TV, Minggu (11/2/2018).

Lokasi Gereja Santa Lidwina Bedog itu ternyata tak jauh dari kediaman mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah itu.

Oleh karena itu, ketika mendengar soal teror yang terjadi sekitar pukul 7.30 WIB tersebut, Syafii yang kediamannya berjarak sekitar dua kilometer dari gereja yang berada di kelurahan Trihanggo, Kecamatan Gamping, Sleman, Yogyakarta itu pun segera mendatanginya.

‘Harus ditelusuri betul, siapa orangnya, apakah ada kelompok atau bergerak sendiri. Saya percaya Polisi bisa bergerak cepat mengungkap ini’, harap cendekiawan muslim tersebut dengan nada geram.

Pemuka agama yang menetap di Nogotirto, Gamping, Sleman itu mengaku heran dengan aksi penyerangan menyasar di gereja sekitar kediamannya tersebut.

Apalagi, sambungnya, jika dikaitkan dengan momen sentimen yang muncul jelang tahun politik Pilkada Serentak 2018.

Syafii mengatakan di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta tak ada daerah yang melaksanakan Pilkada.

‘Suasana setempat kondusif, selama ini nggak ada persoalan’, ujarnya.

Sementara itu Kapolres Sleman Ajun Komisaris Besar Firman Lukmanul Hakim mengatakan pelaku saat ini mendapat perawatan intensif di rumah sakit. Sempat dirawat di RS Akademik Universitas Gadjah Mada, pelaku kemudian dibawa ke RS Bhayangkara.

Selain itu, Firman mengatakan tim olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) masih mencari bukti-bukti pendukung di sana, dan memeriksa para saksi.

‘Mudah-mudahan ada petunjuk-petunjuk yang lain. Nanti kami akan sinkronkan dengan tim penyelidikan dan hasil olah tim di TKP’, ujar Firman. (ant/cnn/roi)

 

image_pdfimage_print

Komentar

Komentar