Home Breaking News Bunga The Fed Naik, Saham Wall Street Melonjak, Dolar AS Terpuruk!

Bunga The Fed Naik, Saham Wall Street Melonjak, Dolar AS Terpuruk!

996
Kesibukan para pialang di Wall Street. (Foto: Reuters)

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Pasar langsung bereaksi menyambut keputusan bank Centeral Amerika Serikat menaikkan suku bunganya 0,25 persen menjadi 0,75 persen, Kamis (16/3/2017).

Contohnya, Indeks saham Wall Street langsung melonjak signifikan begitu pengumuman Kepala The Fed, Janet Yellen tersebut.

Indeks Dow Jones Industrial Average DJI naik 112,73 poin, atau 0,54 persen, menjadi ditutup pada 20,950.1.

Saham S & P 500 naik 19,81 poin, atau 0,84 persen, ke 2,385.26 dan Nasdaq Composite. IXIC naik 43,23 poin, atau 0,74 persen, ke 5,900.05.

Indeks Russell 2000 naik 1,5 persen, sementara keuangan di S & P 500 .SPSY adalah sektor berkinerja terburuk.

Ritel AS mencatat kenaikan terkecil dalam enam bulan pada Februari, menetapkan PDB AS tumbuh pada kecepatan 0,8 persen tahunan pada kuartal pertama, menurut perkiraan terbaru Atlanta Fed.

Saham energi mendorong S & P 500 karena harga minyak naik untuk pertama kalinya dalam lebih dari seminggu terkait persediaan minyak mentah AS.

CLc1 mentah AS naik 2,7 persen menjadi $ 49,01 per barel dan Brent LCOc1 menambahkan 2,1 persen menjadi $ 51,99.

Saham Exxon (XOM.N) naik 1,2 persen, Chevron (CVX.N) ditambahkan 1,4 persen.

Apple (AAPL.O) naik 1,1 persen pada $ 140,46 setelah RBC menaikkan target harga saham.

Saham Twitter (TWTR.N) turun 1,9 persen pada $ 15,03 setelah sejumlah rekening yang menonjol di situs microblogging di-hack.

Yang kalah di bursa NYSE dengan rasio 6.84-to-1; Nasdaq, rasio 2,28-to-1 advancers.

The S & P 500 membukukan 74 poin tertinggi 52-minggu baru dan dua posisi terendah baru; Nasdaq Composite tercatat 125 tertinggi dan 42 terendah baru.

Tentang 7,82 miliar saham berpindah tangan di bursa AS, lebih tinggi dari rata-rata harian 6980000000 selama 20 sesi terakhir.

Akan tetapi Dolar AS malah terpuruk. Khususnya terhadap Euro turun sekitar 0,6%, juga terhadap Poundsterling turun 0,8 persen.

Masalah dolar AS ini juga bisa mempengaruhi perdagangan saham di Indonesia serta nilai tukar rupiah. (friz)

 

Komentar

Komentar