Home Breaking News Buat Film Pariwisata, Menpar Harus Pakai Media Lokal Untuk Promosi!

Buat Film Pariwisata, Menpar Harus Pakai Media Lokal Untuk Promosi!

769
Kawasan Danau Toba yang tampak kurang terpelihara.

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Film bertajuk Pariwisata. Kini tengah didorong Pemerintahan Presiden Joko Widodo, untuk digarap para produser melibatkan sineas handal demi mendongkrak kinerka industri pariwisata ke depan.

“Itu bagus dong. Kan dunia pariwisata kita bagus- bagus. Budayanya unik. Dan jadi idola asing. Cuma memang kita kurang gencar berpromosi. Kementerian Pariwisata di bawah Pak Areif Yahya, lebih banyak pakai media internasional. Sementara kita hak pernah tahu contennya. Bangsa kita juga mungkin gak tahu artinya. Jadi bias menurut saya. Harusnya juga libatkan media nasional, selain kita nngerti bahasanya, juga supaya adil- kan media juga butuh uang. Masa biaya promosi APBN- pajak rakyat dan media, dikasih begitu saja sama asing. Itu sih neo lib namanya. Lagian bangsa kita ga ngerti bahasa asing,” ujar Fandly, seorang pemandu wisata di Jakarta, Sabtu (1/4/2017).

“Sejatinya yang memperkuat kampanye itu media nasional. Media asing akan mengikutinya. Itu pasti. Maind setnya harus dirubah Pak Arif dan tim. Nah yang media asing hanya pendukung saja. Jadi rezeki itu tak melulu masuk ke kantong media asing. Saya pikir cara tata kelola Kemenpar dalam hal iklan promosi wisata itu salah selama ini. Dia harus balik piramidanya. Jangan giliran promosi wisata lokal dia baru panggil media lokal. Gak baik juga. Kalau media lokal boikot…..gimana. Kan Menpar juga yang klengar,” tandasnya.

Nah, usulan Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung supaya produser film harus membuat film bertajuk pariwisata?

“Itu bagus dong. Itu dia tadi. Kalau media lokal gak mau bantu promosi, apa Menpar akan panggil media asing untuk mempromosikan? Kalau juga yaaa… bangsa kita gak ngerti bahasanya. Kan percuma juga habis duit banyak. Makanya jangan terlalu luar negeri minded- lah. Itu munafik namanya- memarginalkan bangsa sendiri,” tandasnya.

Sebelumnya, Setkab Pramono Anung,  Jumat (31/3/2017) menegaskan: “Sudah waktunya mempromosikan Indonesia. Misalnya membuat film tentang 10 destinasi tentunya di luar Bali. Ada Mandalika, Borobudur, Danau Toba, kemudian Bunaken, Raja Ampat, dan sebagainya,”. (friz)

Komentar

Komentar