Home Breaking News BPS Sebut HET Beras Belum Berdampak Pada Agustus 2017

BPS Sebut HET Beras Belum Berdampak Pada Agustus 2017

162
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita bersama Sekretaris Jenderal Karyanto Suprih, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Tjahya Widayanti, Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Syahrul Mamma bertemu dengan pelaku usaha beras untuk meminta masukan terhadap rencana harga eceran tertinggi (HET) beras di Pasar Beras Induk Cipinang, Jakarta, Jumat (28/7/2017). (Foto : Kemendag)

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Badan Pusat Statistik (BPS) mengklaim, dampak dari penetapan harga eceran tertinggi (HET) beras terhadap inflasi belum terlihat sepanjang bulan Agustus lalu. Dampak penetapan HET beras ini nantinya baru dapat dirasakan sepanjang bulan September 2017.

“Jadi sampai saat ini kita belum tahu dampaknya seperti apa. Seberapa jauh itu akan tercermin di angka inflasi bulan September 2017 yang akan dirilis BPS pada awal Oktober 2017,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suharyanto di Kantornya, Jakarta, Senin (4/9/2017).

Sebelumnya, Kementerian Perdagangan (Kemendag) telah menetapkan HET beras jenis medium dan premium. Harga eceran tertinggi ini ditetapkan berbeda sesuai pembagian wilayah.

Namun, BPS berharap agar harga beras di Indonesia dapat lebih stabil. Menurut catatan BPS, harga beras tercatat cukup stabil sepanjang bulan Agustus lalu.

“Kita semua berharap dengan adanya harga eceran tertinggi itu harga beras bisa dikendalikan bisa lebih normal dan bisa seperti yang sekarang bahwa harga bahan makanan itu deflasi,” ujarnya.

Andil beras sendiri terhadap inflasi cukup tinggi. Untuk itu, pemerintah diharapkan dapat terus memantau pergerakan harga beras hingga akhir tahun mendatang.

“Beras itu tinggilah, kita semua berharap tentunya kalau ada status kebijakan pemerintah bawa kebaikan,” ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, berikut adalah daftar HET beras terbaru:

– Jawa, Lampung dan Sumatera Selatan, beras medium Rp9.450/kg dan premium Rp12.800/kg;
– Sumatera (tidak termasuk Lampung dan Sumatera Selatan), beras medium Rp9.950/kg, premium Rp13.300/kg;
– Bali dan Nusa Tenggara Barat, beras medium Rp9.450/kg, premium Rp12.800/kg;
– Nusa Tenggara Timur, beras medium Rp9.950/kg, premium Rp13.300/kg;
– Sulawesi, beras medium Rp9.450/kg, premium Rp12.800/kg;
– Kalimantan, beras medium Rp9.950/kg, premium Rp13.300/kg;
– Maluku, beras medium Rp10.250/kg, premium Rp13.600/kg; dan
– Papua, beras medium Rp10.250/kg, premium Rp13.600/kg.

(pemi)

Komentar

Komentar