Home Breaking News BPOM: 22,4 Juta Penyakit Diare Rugikan Negara US$ 16,7 Miliar

BPOM: 22,4 Juta Penyakit Diare Rugikan Negara US$ 16,7 Miliar

294
Karyawan PT ISK yang keracunan dirawat di RSUD Puri Husada Tembilahan. (Foto: ragil/Citraindonesia)
JAKARTA, CITRAINDONESIA- Menurut Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memgkliam ada 53 kejadian luar biasa akibat keracunan pangan tahun 2016. Itu lebih rendah dari pemberitaan media sebanyak 110 persitiwa.
“Diperkirakan ada 10,1- 22,4 juta penyakit diare terjadi akibat pangan di setiap tahun menimbulkan kerugian ¬†US$ 4.7- 16.7 miliar,” ungkap Drs Suratmono, Wakil Ketua untuk keamanan pangan dan kontrol zat yang berbahaya, BPOM Jakarta, Senin (3/4/2017).
Dirinya menjelaskan harus diperkuat lesson learned dari rekomendasi hasil port market control yang belum ditindaklanjuti secara maksimal.
Juga harus diatasi kejadian luar biasa dalam keracunan pangan yang minim komunikasi dan koordinasi antara instansi berwenang.
Selaoin itu, pengembangan kapasitas juga perlu menjadi pusat perhatian agar kita dapat memperoleh data pengawasan pangan yang bermutu dan bermakna bagi masyarakat.
“Setiap tahun Badan POM melakukan pengambilan dan pengujian contoh pangan yang beredar. Hasil pengujian disampaikan kepada Kementerian atau Pemerintah Kab/ Kota untuk ditindaklanjuti,” paparnya.
Pengawasan post market pada tahun 2016 menunjukan 14.9% dari 26.537 contoh pangan tidak memenuhi syarat.
Masing- masing, penyalahgunaan bahan berbahaya, cemaran mikroba atau BTP melebihi batas maksimum diizinkan pemerintah.
Namun hanya 20.4% rekomendasi dikirimkan Badan POM ke Pemda untuk ditindak lanjuti. (Ning)

Komentar

Komentar