Home Breaking News ‘Bohong Jokowi Soal Rangkap Jabatan Menteri!’

‘Bohong Jokowi Soal Rangkap Jabatan Menteri!’

190
Jokowi resmikan Kereta Bandara Soekarno - Hatta.

RANGKAP JABATAN. Topik yang menohok Presiden Joko Widodo selama sepekan pasca reshuffle Kabinet Kerja, di mana Khofifah Indar Prawansa, yang maju sebagai Cabub Jatim jilid II, diganti Sekjen Partai Golkar, Idrus Marham sebagai Menteri Sosial yang baru.

Namun di balik Reshuffle Kabinet itu, menarik untuk renungkan. Dan mungkin pantas disebut ketidakkonsistenan Jokowi dengan janji ataupun kata-katanya sendiri soal rangkap jabatan itu.

Bahwa yang penulis tahu, dan mungkin juga semua rakyat Indonesia tahu. Jokowi saat baru terpilih jadi Presiden tahun 2014, menyatakan menteri tidak boleh rangkap jabatan terutama Ketua Umum Partai, supaya kerjanya fokus.

Lalu pertanyaan publik muncul. Mengapa Airlangga Hartarto, yang sekarang jadi Ketua Umum Partai Golkar, boleh? Nah, sejatinya para Ketua Umum Partai teriak dong? Tapi kok sampai hari ini adem- ayem saja tuh para ketua partai?

Nah, para wartawan pun penasaran dengan masalah rangkap jabatan ini. Lantas mereka menanyakan langsung kepada Pak Jokowi kemarin.

Lantas Pak Jokowi berkilah : ‘Kalau ditaruh orang baru, ini belajar paling tidak 6 bulan kalau enggak cepet bisa setahun untuk menguasai itu,” kata Presiden Jokowi usai melantik Idrus Marham sebagai Mensos, Moeldoko sebagai Kepala Staf Kepresidenan, Agum Gumelar menjadi anggota Wantimpres, dan Marsekal Madya Yuyu Sutisna sebagai KSAU, di Istana Negara, Jakarta, Rabu (17/1/2019) siang (laman setkab).

Sementara di Kementerian Perindustrian, lanjut Presiden, Airlangga Hartarto menguasai dan mengerti betul yang berkaitan dengan konsep makro industri, dan menyiapkan strategi industri hilirisasi ke depan seperti apa.

‘Jangan sampai kita tinggal waktu seperti ini kita ubah dan yang baru bisa belajar lebih. Ini Kementerian yang juga tidak mudah’, terangnya.

Apakah ini isyarat Airlangga tidak diganti? Jokowi jawab : ‘Tadikan sudah saya sampaikan, sudah disampaikan jelas gitu kok’, ujar Presiden.

Artinya kita bisa menyimak pernyataan Kepala Negara itu dan mungkin Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, bertahan hingga Kabinet Kerja berakhir tahun 2019.

Artinya… Jokowi tidak konsisten dengan ucapannya sendiri. Sangat disayangkan. Ini kali pertama penulis tahu Presiden Jokowi rupanya berani membohongi kita rakyat! Selama ini sosok Jokowi di mata penulis, sama seperti ‘Anak Kecil’ jujur dan bicara apa adanya.

‘Lalu mengapa berubah? Bagaimana ke depan… apakah akan ada bohong- bohong berikutnya? Ingat…. bohong itu DOSA. Ada pepatah kuno berbunyi : ‘Sekali langsung ke ujian-  seumur hidup tak dipercaya!’

Sebelumnya, Joko Widodo tidak ingin memasukkan elit partai pendukungnya dalam jajaran kabinet, termasuk ketua umum atau ketua parpol tersebut.

‘Saya pribadi inginnya menteri tidak merangkap di struktur partai. Kader boleh lah, saya juga kan (kader PDIP). Tapi itu belum kita bicarakan. Ini baru (pemikiran) saya. Tentu saja itu dibicarakan ke seluruh ketum partai’, ujar Jokowi, panggilan Joko Widodo, di Balaikota DKI Jakarta, Selasa (12/8/2014).

(Oloan Mulia Siregar)

image_pdfimage_print

Komentar

Komentar