Home Breaking News BMKG: Gempabumi Mentawai Dipicu Aktivitas Subduksi Lempeng

BMKG: Gempabumi Mentawai Dipicu Aktivitas Subduksi Lempeng

179
Gempa bumi (Foto: ilustrasi/istimewa).

JAKARTA, CITRAINDONESIAA.COM- Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofifika (BMKG), Drs. Moch. Riyadi, M.Si menyampaikan bahwa, pada Jumat (21/4/2017), terjadi gempabumi tektonik mengguncang wilayah Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat.

Hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa gempabumi ini terjadi pada pukul 11.00.28 WIB dengan kekuatan M=5,1 dengan episenter terletak pada koordinat 2,12 LS dan 99,61 BT, tepatnya di darat pada jarak 103 kilometer arah tenggara Kepulauan Mentawai pada kedalaman hiposenter 42 kilometer (updated parameter).

Efek gempabumi yang didasarkan oleh Peta Tingkat Guncangan (shakemap) BMKG menunjukkan bahwa wilayah terdampak gempabumi tersebut antara lain: Mentawai yang merasakan guncangan yang dirasakan pada skala intensitas II SIG BMKG (IV MMI). Berdasarkan laporan sementara di Padang dan Pariaman guncangan dirasakan pada skala intensitas I SIG BMKG (II MMI).

Hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa gempabumi ini disebabkan oleh aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia ke bawah lempeng Eurasia dengan hiposenter terletak di Zona megathrust. Karena hiposenter berada di kedalaman 42 kilometer maka gempabumi ini disebut sebagai gempabumi dangkal, sehingga wajar jika guncangan gempabumi ini dirasakan cukup kuat di Kepulauan Mentawai dan sekitarnya.

Patut kita syukuri bahwa meskipun gempabumi memiliki mekanisme sesar naik (thrust fault) akan tetapi kerena kekuatan gempabumi relatif kecil M=5,1 maka tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Masyarakat dihimbau agar tetap tenang, dan terus mengikuti arahan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan BMKG. Khusus masyarakat di Kepulauan Mentawai dan Sumatera Barat, dihimbau agar tidak terpancing isu yang tidak bertanggungjawab karena gempabumi ini tidak berpotensi tsunami. (pemi)

Komentar

Komentar