Home Breaking News Bintan Berpotensi Kembangkan Ternak Lewat Upsus SIWAB

Bintan Berpotensi Kembangkan Ternak Lewat Upsus SIWAB

114
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) Kementerian Pertanian Drh. I Ketut Diarmita, saat memberikan sambutan pada acara Sinkronisasi Birahi-Inseminasi Buatan Ternak Sapi Mendukung UPSUS SIWAB di Kabupaten Bintan, Rabu (15/3/2017). Foto: Ning/CITRAINDONESIA.COM

BINTAN, CITRAINDONESIA.COM- Pemerintah Daerah (Pemda) Bintang berupaya kembangkan ternak di Bintan lewat program Upaya Khusus Percepatan Populasi Sapi dan Kerbau Indukan Wajib Bunting (Upsus SIWAB).

“Sebagai daerah perbatasan, Bintan akan berupaya mengembangkan potensi dengan baik karena dari segi sektor geografis sangat menguntungkan, sedangkan dari jumlah peternak masih memungkinkan dan lahan masih luas. Insya Allah kedepannya akan kami terus kembangkan, dan kami akan merangsang peternak untuk lebih maju lagi,” kata Bupati Bintan, H. Apri Sujadi, di Bintan, Rabu (15/3/2017).

Kabupaten Bintan menjadi salah satu daerah untuk mendukung keberhasilan pembangunan peternakan dan kesehatan hewan nasional tahun 2017 difokuskan melalui Upsus SIWAB yang merupakan suatu kegiatan terintegrasi dalam rangka percepatan pencapaian target kelahiran sapi dan kerbau secara masif dan serentak.

Apri juga menyampaikan bahwa saat ini di Kabupaten Bintan terdapat 750 ekor sapi dengan kebutuhan kurang lebih 96 ton, kondisi ini memang belum bisa memenuhi kebutuhan masyarakat. Tahun ini Kabupaten Bintan memiliki target IB sebanyak 102 ekor akseptor dengan target kebuntingan 60 ekor.

“Harapannya Kabupaten Bintan dapat mendukung untuk keberhasilan UPSUS SIWAB,” tambahnya.

Disaat yang sama Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) Kementerian Pertanian (Kementan)Drh. I Ketut Diarmita, MP menyampaikan bahwa saat ini Ditjen PKH mengelola 10 UPT (Unit Pelaksana Teknis) Perbibitan, yaitu 3 UPT penghasil benih dan 7 UPT penghasil bibit yang hasilnya untuk disebarkan ke peternak dalam rangka meningkatkan kualitas produksi daging sapi potong.

Selain UPT milik Pusat, juga dikembangkan UPT Daerah baik Provinsi dan Kabupaten/Kota yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan memicu perkembangan populasi sapi di Indonesia, sehingga dapat meningkat terus dari tahun ke tahun.

Selain masalah pakan, Dirjen PKH juga menghimbau agar masalah kesehatan hewan juga serius diperhatikan. Perlu adanya deteksi dini terhadap penyakit, sehingga dapat mengantisipasi terjadinya outbreak penyakit di Kabupaten ini.

“Saya telah membentuk Tim khusus terkait masalah penyakit hewan, dan jika dibutuhkan tolong hubungi kami karena akan langsung ditangani,” imbuh Dirjen PKH. (Ning)

Komentar

Komentar