Home Breaking News BI : Masalah Korea Utara Tidak Pengaruhi Pasar dan Rupiah

BI : Masalah Korea Utara Tidak Pengaruhi Pasar dan Rupiah

189
Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo, (Foto: Ridwan/citraindonesia.com).

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM-  Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo mengatakan gejolak di semenanjung Korea Utara yang dipicu penggunaan senjata nuklir Korea Utara, belum mengganggu stabilitas pasar keuangan domestik, terutama aliran dana masuk yang masih menopang nilai tukar rupiah.

“Stabilitas nilai tukar kita masih ada di rentang yang volatilitas yang stabil malah rupiah dapat dikatakan apresiasi terhadap dolar AS 0,85 persen,” ujar Agus Marto di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (5/9/2017).

Selain itu, aliran dana masuk (capital inflow) ke pasar domestik sejak Januari 2017 hingga awal September 2017 juga masih cukup deras yakni sebesar Rp131 triliun, meskipun angka itu lebih rendah dibanding periode sama tahun lalu yang didukung pelaksanaan amnesti pajak (tax amnesty). Periode sama di 2016, aliran dana masuk mencapai Rp150 triliun.

Meskipun belum berdampak, Agus mengatakan krsisi di semenanjung Korea menjadi perhatian utama BI sebagai faktor eksternal, saat Bank Sentral menentukan kebijakan di sisa tahun.

“Kita tidak harapkan ada ekskalasi, tapi kita sudah identifikasi sebagai resiko geopolitik,” ujar dia.

Tekanan lainnya dari eksternal yang terus dicermati Bank Sentral adalah rencana penurunan neraca Bank Sentral AS The Federal Reserve. Pada 2018, tekanan dari kebijakan The Fed tersebut diperkirakan masih menyisakan dampak volatilitas di pasar keuangan.

“Belum bisa kita ikuti tapi kalau 2018 akan ditandai dengan penurunan dari balance sheet (neraca) the fed dan fed fund rate masih mungkin naik,” ujar dia.

Pada Senin (28/8) waktu setempat atau Selasa dini hari WIB, Korea Utara meluncurkan rudal jarak menengah yang melintasi wilayah udara Jepang, dan mendarat di Samudera Pasifik, wilayah lepas pantai Hokkaido.

Insiden yang dinilai provokatif itu disusul dengan uji coba bom hidrogen pada awal September 2017 ini yang memicu gempa bumi berkekuatan 6 Skala Ritcher.

Adapun sejak 29 Agustus 2017 hingga 5 September 2017, berdasarkan kurs refrensi Jakarta Interbank Spot Dolar AS (Jisdor), nilai tukar rupiah relatif terjaga di rentang Rp13.340-Rp13.350 per dolar AS. (Ant)

Komentar

Komentar