Home Breaking News Berlimpah Panen Padi Petani Magelang, Impor Beras Jalan Terus

Berlimpah Panen Padi Petani Magelang, Impor Beras Jalan Terus

90
Panen Raya Padi Petani Magelang - Foto Ningsih

MAGELANG, CITRAINDONESIA.COM- Kementerian Pertanian RI, bersama para petani kembali melakukan Panen Raya Padi di Desa Banyurojo, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, menyusul panen di desa berbeda yang produksinya berlimpah.

Padi yang dipanen hari ini seluas 8 hektar dari 23 hektar dengan varietas IR 64 dan produktivitas 6,8 gabah kering giling (GKG) atau 91 Ton Gabah Kering Panen (GKP)’, kata Sarwo Edhy, Direktur Buah dan Florikultura, Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian di Magelang, Jawa Tengah, Jumat (12/1/2017).

Sekedar tahu, mirisnya bahwa impor Beras khusus 500.000 ton oleh pemerintah jalan terus kendai ditolak para petani di seluruh Indonesia.

Sarwo Edhy pun mengisahkan bahwa Padi tersebut adalah tanam di bulan Oktober 2017 dan luas panen di Januari 2018 di Kabupaten Magelang itu 3.652 hektar dengan produktivitas 6,3, ton, menghasilkan panen 21.380 ton GKG setara 13.512 ton Beras.

Sementara itu, Kadis Pertanian dan Pangan Kabupaten Magelang, Wijayanti, bilang untuk desa Banyurojo, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang produktivitas biasanya itu 5,8 ton per hektar GKG.

Namun saat ini sudah meningkat berkat upaya khusus Padi, Jagung dan Kedelai (Upsus Pajale) membuat produktivitas di Kabupaten Magelang saat ini sangat terjaga dan terus meningkat dibandingkan sebelumnya.

‘Dulu sebelum ada upsus Pajale itu produktivitas hanya 80-100 ton sekarang meningkat menjadi 50 persennya. Kabupaten Magelang rata-rata kebutuhan beras 11.583 ton perbulan’, ujar Wijayanti.

Dirinya menjelaskan selama Januari-Desember 2017, luas tanam yang tersebar di wilayah Kabupaten Magelang ada sekitar 76,319 hektar, luas panen 76,866 hektar dan produksi gabah 449,042 ton dengan ketersediaan 283,795 ton dengan jumlah konsumsi 136,382 dan surplus 147,413 ton.

‘Harga gabah di Magelang Rp4.300/Kg, harga Beras Premium Rp12.000/kg dan Medium Rp 10.800/Kg. Jenis Beras di Kabupaten Magelang yang terkenal dengan Pulen lebih banyak dibeli dari daerah lain, bahkan untuk daerah sendiri malahan mengkonsumsi jenis beras yang bawah’, papar Wijayanti.

Dirinya menjelaskan, terjaminnya produksi padi Kabupaten Magelang ini disebabkan karena Pemerintah Pusat dan Daerah benar-benar untuk terus menjamin bahkan meningkatkan produksi padi. Misalnya, untuk mengantisipasi dampak paceklik, pemerintah telah menyalurkan bantuan cukup banyak ke petani, seperti pompa air, traktor dan benih berkualias, rehabilitasi jaringan irigasi tersier, embung dan lainnya.

‘Pendampingan dan terjun ke lapangan pun massif dilakukan untuk memantau perkembangan tanaman. Jadi proses produksi berjalan Iancar’, jelasnya.

Petani desa Banyurejo, Yasmudi juga mengatakan bantuan pemerintah benar-benar membantu. Bantuan tersebut pompa air, benih dan traktor telah membuat tanaman padi berhasil dipanen dengan hasil 6.2 ton per hektar.

‘Dulu ketika musim paceklik seperti ini, produktivitasnya hanya 5.9 ton per hektar. Makasih program pemerintah ini, hasil panen Iebih bagus,” ungkap Yasmudi.

Berdasarkan data Kementerian Pertanian luas tanam padi secara nasional pada Desember 2017 mencapau 2,25 juta hektare lebih tinggi 68 hektare dibandingkan Desember 2016 dan total panen padi nasiinal dibukan Januari 2018 ini seluas 916.028 hektar dengan hasil mencapai 620.690 ton GKG (setara beras 389.421 ton). (Ning)

 

image_pdfimage_print

Komentar

Komentar