Home Breaking News Berkat Upsus Pajale Kementan, Perekonomian NTT Meningkat

Berkat Upsus Pajale Kementan, Perekonomian NTT Meningkat

171
Mentan Andi Amran Sulaiman saat Panen Raya Padi milik para petani.

NTT, CITRAINDONESIA.COM- Berkat program Kementerian Pertanian (Kementan) dalam upaya khusus Padi, Jagung, dan Kedelai (Upsus Pajale), membuat pertumbuhan ekonomi di Nusa Tenggara Timur (NTT) meningkat hingga 5,18%.

Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Frans Lebu Raya bersyukur bahwa tingkat pertumbuhan ekonomi tersebut, karena capaian tersebut lebih besar dari rata-rata perolehan nasional sebesar 5,02%.

“Sektor pertanian punya kontribusi besar. Semenjak ada Upsus Pajale, sektor pertanian di NTT berkembang pesat,” ujar dia disela-sela kegiatan Pekan Daerah (Peda) NTT, Kamis (20/4/2017).

Frans mengungkapkan bahwa masyarakat NTT sangat terbantu dengan gencarnya program Upsus Pajale. Terutama untuk komditi jagung. Seperti diketahui sejak Oktober 2016 hingga Maret 2017 lalu, Kementan mengintesifkan luas tanam jagung di sejumlah kawasan NTT sehingga tercatat NTT sebagai kontributor utama produksi jagung nasional.

“Imbasnya luar biasa. Ekonomi masyarakat meningkat, mereka terbantu,” tambahnya

Turut hadir dalam acara Peda di antaranya Staf Ahli Menteri bidang Infrastruktur Kementan Ani Andayani, Danrem 161/Wirasakti Brigjen TNI Teguh Muji Angkasa, dan Bupati Nagekeo Elias Djo.

Acara Peda sendiri berlangsung cukup meriah, memepersiapkan diri untuk Pekan Nasional (Penas) dalam unjuk kemajuan pertanian NTT, dimana PEDA kali ini dihadiri lebih dari ribuan warga. Salah satu yang menarik adalah adanya parade alsintan yang terdiri dari traktor roda dua, roda empat, rice transplanter, serta combine harvester sebagai pertanda bahwa pertanian di NTT sudah dengan mekanisasi.

Dalam kesempatan itu, Ani Andayani yang juga selaku Penanggung Jawab Upsus Pajale NTT memberikan penghargaan kepada Gubernur NTT. Itu lantaran kontribusi mereka terhadap pengembangan jagung nasional.

“Kami juga berikan penghargaan kepada Danrem 161/wirasakti dan Kadistan prov NTT sebagai apresiasi telah mendukung Upsus Pajale dimana dalam periode yang sama, ada 2 kabupaten yaitu Dinas Pertanian Kabupaten Manggarai Barat dan Dinas Pertanian Kabupaten Kupang telah mencapai lebih dari 100% dari target yang ditetapkan pemerintah,” ungkap Ani.

Acara dilanjutkan dengan simbolis pemberian bantuan kepada poktan berupa alsintan, benih dan bibit sayuran dalam rangka penguatan program KRPL (kawasan rumah pangan lestari) kepada kelompok wanita tani.

Rembug tani diselenggarakan secara singkat menutup acara pembukaan PEDA dan dilanjutkan dengan peninjauan stand 22 kabupaten/kota seNTT yang menampilkan produk unggulan masing-masing.

Sebagai informasi, Peda NTT diselenggarakan oleh Kontak Tani Nasional Andalan (KTNA) seluruh kabupaten/kota se-NTT sebagai persiapan untuk mengikuti Pekan Nasional (Penas) di Aceh, Mei mendatang.

Kontingen NTT berencana akan mengirim sebanyak 400 orang lebih petani dan petugas untuk memahami kemajuan provinsi lain agar dapat membawa NTT lebih bersinar lagi.(Ning)

Komentar

Komentar