Beras Masuk ke PIBC Cipinang Tambah Jadi 5000 Ton

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Direktur Food Station, Arief Prasetyo mengatakan : ‘Saat ini stok beras di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) masih menggunakan beras lokal, beras impor belum ada masuk ke Cipinang’, ujar Arief Prasetyo di Jakarta.

Arief berharap panen saat ini yang sedang berlangsung berjalan lancar. ‘Saya sudah melihat panen di Demak, Kudus, Karanganyar, Banyuasin’, urai Arief. Bahkan semua Jawa Tengah sedang panen, memang hasil panenannya lebih banyak mengisi gudang daerah setempat’, tambah arief lagi.

Harga Beras di pasaran juga tergolong stabil. Artinya tidak melonjak- lonjak.  Bawa pada Senin kemarin (12/3/2018), Beras masuk ke Cipinang sebanyak 5000 ton yang sebelumnya 1000 ton, artinya berangsur ada peningkatan.

Beras dari panen raya petani di Jawa Tengah dan Jawa Timur sudah mulai masuk ke pasar lokal, pasar di Karawang maupun ke PIBC. Kini sudah waktunya mengisi pasar dan gudang-gudang dari hasil panen raya padi.

Sehari sebelumnya mantan Menteri Pertanian Bungaran Saragih angkat bicara mengenai anjloknya harga gabah petani yang belum sebanding dengan penurunan harga beras di pasaran. Padahal, beras impor 500 ribu ton dari negara tetangga belum masuk.

‘Kan (problem harga) ini dipengaruhi dua kekuatan. Pertama, kekuatan pengaruh impor beras yang sudah mau dan akan masuk. Kedua, pengaruh daripada panen raya. Jadi kala panen naik dan impor masuk, harga beras dan padi (gabah) turun. Jadi ini soal timing saja’, kata Bungaran kemarin.

Namun yang menjadi problem, kata dia, yang dijual petani ini kebanyakan adalah gabah, bukan beras. Sehingga ketika terjadi panen raya di mana produksi meningkat, sementara impor belum sepenuhnya masuk, menjadi dalih pedagang atau perusahaan penggilingan padi belum mau buru-buru beli gabah petani dan tetap mempertahankan stoknya yang masih ada. Apalagi gabah ini termasuk komoditas pertanian yang bisa bertahan cukup lama.

‘Namanya pedagang kan pasti hitung untung rugi. Makanya kita jangan andalkan pedagang, tapi pemerintah masuk ke dalamnya. Bulog ini walau sendirian dengan stok di bawah 10 persen saja sebenarnya sudah bisa berpengaruh ke harga’, katanya.

Cara pedagang yang menunggu timing ini pula, yang menurutnya, menjadi penyebab gabah anjlok sementara disisi lain harga beras penurunannya tidak terlalu signifikan. (linda)