Home Breaking News BEI Permudah Proses IPO di Daerah

BEI Permudah Proses IPO di Daerah

1028
Artwork berbentuk banteng yang berada di depan pintu Bursa Efek Indonesia (Foto: Badia Andrew/citraindonesia.com)

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Bursa Efek Indonesia (BEI) mematok jumlah perusahaan yang ingin melakukan IPO (Initial Public Offering) mencapai rata-rata 30 per tahun.

Adapun, untuk mencapai target tersebut BEI akan mempermudah proses IPO, terutama bagi perusahaan-perusahaan di daerah, yakni tak perlu ke kantor pusat, tapi cukup melalui kantor perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Pusat Informasi Go Public (PIGP) BEI.

Direktur Utama BEI Tito Sulitio menargetkan kemudahan proses tersebut paling lambat diterapkan pada tahun ini. Adapun, BEI akan mempermudah proses IPO bagi perusahaan-perusahaan di beberapa kota terlebih dahulu yakni Medan, Bandung, Semarang dan Surabaya.

“Masih banyak perusahaan di daerah yang bingung. Jadi kami pikir tidak hanya harus transformasi menjadi PIGP tapi prosesnya langsung di daerah. OJK sedang menyusun mekanismenya. Nantinya, prosesnya juga akan dilengkapi visualisasi dan digitalisasi. Dokumen tidak perlu hardcopy. Verifikasi juga tidak perlu ke Jakarta,” jelas Tito, Senin (20/3/2017).

Lebih lanjut, dia merinci, saat ini jumlah perusahaan yang melantai di bursa telah mencapai 535. Adapun, potensi peningkatan jumlah perusahaan di Indonesia, mencapai 6%-9% per tahun. Hingga saat ini pula, yang ditengah diproses di OJK berjumlah 15 perusahaan swasta, dan sembilan perusahaan anak usaha Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

“Jadi potensinya memang masih sangat besar. Kebanyakan masih di Jawa. Malaysia dan Singapura justru sudah sulit bertambang. Kami optimistis bisa 30 perusahaan per tahun,” tambahnya.

Selain meningkatkan jumlah perusahaan yang melantai di bursa, dia mengemukakan, kondisi pendukung seperti frekuensi perdagangan juga terus naik. Pada 2015 tercatat 220.000 transaksi per hari, pada tahun lalu 264.000 transaksi, dan pada saat ini mencapai 340.000 transaksi per hari. Jumlah ini sudah melampau Malaysia dua kali lipat, dan empat kali lipat transaksi bursa efek Singapura.

“IHSG (indeks harga saham gabungan) kita juga baru-baru ini mencapai tertinggi. Kami meyakini kondisi secara keseluruhan akan terus mendukung. Ekspektasi kami, The Fed belum akan menaikkan suku bunga hingga 2% pada tahun ini. Indonesia, secara fiskal juga membaik dengan amnesti pajak, relaksasi margin. Intinya, sedang good news semua. Kita hanya tinggal menunggu S&P beri rating BBB. Investment grade ini halangan paling besar.” jelasnya.

Untuk menambah jumlah investor pada tahun ini, Tito juga menargetkan kantor perwakilan PIGP BEI terus menambah galeri investasi. Terbaru yakni di Takengon, Aceh. Ini merupakan galeri investasi ke-253 BEI.

“Kami sudah bekerja sama dengan 240 universitas di seluruh Indonesia. Pada tahun ini kami menargetkan di Sumut ada total 15 galeri investasi. Sekarang kan baru lima,” pungkasnya. (pemi)

Komentar

Komentar