Home Breaking News BCA Catat Laba Bersih Rp5 Triliun di Kuartal I-2017

BCA Catat Laba Bersih Rp5 Triliun di Kuartal I-2017

1097
Presdir Bank BCA, Jahja Setiaatmadja (tersenyum) saat konfrensi pers terkait masalah Dirjen Pajak Hadi Poernomo yang ditetapkan KPK tersangka pengampunan pajak bank tersebut.

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA mencatat laba bersih sebesar Rp5 triliun. Perolehan ini mengalami pertumbuhan mencapai 10,7% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp4,5 triliun.

Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan, pendapatan operasional BCA terdiri dari pendapatan bunga bersih dan pendapatan operasional lainnya yang tumbuh 5,3 % menjadi Rp13,5 triliun pada kuartal I-2017 dibandingkan dengan sebesar Rp12,8 triliun pada kuartal I-2016.

“Fokus untuk mengembangkan franchise perbankan transaksi telah memungkinkan BCA dalam meningkatkan dana pihak ketiga di tengah fase pemulihan ekonomi nasional,” kata dia, dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Jumat (21/4/2017).

Dirinya menambahkan, investasi terus dilakukan untuk memperkuat bisnis inti BCA dan guna beradaptasi secara konsisten sejalan dengan perubahan perilaku dan preferensi nasabah. Dalam kuartal ini, perseroan terus menjalankan fungsi intermediasi secara prudent serta menawarkan suku bunga kredit yang kompetitif.

Pada akhir Maret 2017, outstanding kredit BCA sebesar Rp409 triliun, tumbuh 9,4% dibandingkan dengan posisi yang sama tahun sebelumnya. Kredit korporasi meningkat 17,9% (yoy) menjadi Rp152,6 triliun, sementara kredit komersial dan UKM naik 1,7% (yoy) menjadi Rp144,7 triliun.

Kredit konsumer tumbuh 9,4% (yoy) jadi Rp111,7 triliun didukung pertumbuhan di semua produk. Kredit pemilikan rumah naik 10,4% (yoy) menjadi Rp66,1 triliun dan kredit kendaraan bermotor meningkat 7,3% (yoy) menjadi Rp35,1 triliun. Pada akhir kuartal l 2017 outstanding kartu kredit tercatat sebesar Rp10,5 triliun atau tumbuh 10,7% (yoy).

Pada akhir Maret 2017, rasio kredit bermasalah (NPL) berada pada level 1,5%, meningkat dari 1,3% pada akhir Desember 2016. Meskipun demikian, rasio NPL BCA tetap berada di bawah rata-rata industri perbankan yang berada pada kisaran 3% dan dalam tingkat toleransi risiko yang masih dapat diterima.

Pada kuartal I-2017 BCA membukukan cadangan kredit sebesar Rp12,2 triliun, meningkatā€ˇ 29,4% dibandingkan tahun sebelumnya. Posisi permodalan dan likuiditas BCA tetap terjaga dengan rasio kecukupan modal (CAR) sebesar 23,1% dan rasio kredit terhadap pendanaan (LFR) sebesar 75,1% per 31 Maret 2017.

Di sisi pendanaan, pada akhir Maret 2017 dana pihak ke-3 meningkat 13,8% mencapai Rp535,1 triliun. Dana CASA tumbuh 12,1% menjadi Rp405,4 triliun dan tetap merupakan porsi utama dari dana pihak ketiga BCA yaitu sebesar 75,8%.

Dana tabungan mencatat pertumbuhan positif sebesar 10% menjadi Rp268,3 triliun, sementara dana giro meningkat 16,4% mencapai Rp137,1 triliun. Dana deposito tercatat sebesar Rp129,7 triliun pada akhir Maret 2017 atau naik 19,4%.

“Dihadapkan pada ketidakpastian perubahan suku bunga global dan risiko ketidakstabilan arus dana global, kami akan memperhatikan posisi likuiditas dan pemodalan yang kokoh sementara terus berupaya mempertahankan kualitas kredit. BCA akan memantau secara cermat atas perkembangan makroekonomi dan masing-masing sektor,” pungkasnya. (*)

Komentar

Komentar