Home Breaking News BBM Murah Lebih Dibutuhkan di Daerah Terpencil

BBM Murah Lebih Dibutuhkan di Daerah Terpencil

151
BBM konsumsi rakyat.

JAKARTA, COTRAINDONESIA.COM- Premerintah disarankan menghentikan dan melarang penjualan bahan bakar minyak (BBM) murah dengan kadar oktan 88. Stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang menjual BBM murah seharusnya didorong untuk beroperasi di wilayah terpencil.

“Itu seiring dengan program pemerintah yang memiliki kebijakan BBM satu harga. Masyarakat di daerah terpencil jauh lebih membutuhkan karena infrastruktur SPBU masih sedikit,” kata Ketua Pengurus Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi, di Jakarta, Sabtu (4/11/2017).

Rencana harga jual Rp6.100 per liter yang lebih murah dari Premium yang dijual SPBU Pertamina juga tidak layak untuk kota besar. Tulus menilai, harga murah itu hanya teknik pemasaran untuk menggaet konsumen dengan promosi.

“Kalau masa promosinya sudah lewat, bisa jadi akan dijual dengan harga normal atau bahkan lebih mahal. Kalau memang harganya murah, lebih baik untuk didistribusikan ke daerah terpencil yang lebih memerlukan BBM murah,” tuturnya.

Terkait ditingkatkan kadar oktannya menjadi 89, Tulus menilai perlu diuji kebenarannya di laboratorium independen.

“Namun, sekalipun betul berkadar oktan 89, tetap sudah tidak layak. Negara lain sudah menerapkan standar emisi Euro4. Indonesia masih belum lulus Euro2 karena masih ada BBM dengan kadar oktan di bawah 91,” katanya. (*)

image_pdfimage_print

Komentar

Komentar