Home Breaking News Bang Hariman Siregar Tokoh Peristiwa Malari

Bang Hariman Siregar Tokoh Peristiwa Malari

158
dr Hariman Siregar

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Para tokoh tengah memperingati peristiwa Malari di Yogyakarta. Mereka berkumpul di sana mengenang aksi demonstrasi terbesar kala itu hingga bakar- bakaran sejumlah produk termasuk dari Jepang dan mobil- mobilnya pada tanggal 15 Januari 1974.

Acara langka tersebut dihadiri oleh motor penggerak peristiwa Malari, yakni Dewan Mahasiswa UI, Hariman Siregar, kini menjadi seorang dr di sebuah rumah sakit di ibu kota Jakarta.

Sejak peristiwa itu hingga kini Bang Hariman, begitu beliau akrab dipangggil, tetap menjadi sosok yang disegani di negeri ini. Namun kehebatananya tak membuatnya sombong. Dia tetaplah sosok ramah dan gaul.

Saat Malari meledak, pasukan TNI- Polri zaman itu dibuat sibuk, salah yang tersibuk adalah Pangkobkantib Sudomo (alm). Beliau diperintah Presiden Soharto untuk menangkap Bang Hariman. Ya.. benar saja ditangkap dan diadili.

Kini Bang Hariman, menjadi sosok seorang dokter profesional, sosok ayah yang baik bagi anak- anaknya. Bahkan namanya jarang muncul di media massa, seakan dia ingin melupakan peristiwa kelam yang mencengangkan hingga jagad internasional kala itu.

Untuk pertemuan di Yogya itu, sebelumnya Wenry Anshory Putra yang akan turut hadir di Yogyakarta bilang acara kumpul itu bertajuk : ‘Mengembalikan Reformasi yang Kita Mau’.

Kata dia, Peringatan Malari akan diisi dengan analisis kekinian dan orasi kebangsaan dari Bang Hariman Siregar, yang dilanjutkan dengan diskusi publik menghadirkan nara sumber handal, antara lain Ari Sujito (akademisi UGM), Max Lane (Indonesianis dari Australia), Daniel Dhakidae (jurnalis senior), Bhima Yudhistira (ekonom Indef), Cak Nun (budayawan), juga pandangan berbagai tokoh senior lainnya.

‘Hariman Siregar tokoh bangsa yang sangat berkomitmen dalam mewujudkan demokrasi yang berkeadilan sosial di Indonesia. Dia adalah sosok inspiratif yang konsisten atas apa yang ia cita-citakan’, ujar Wenry Anshory Putra. (olo)

 

 

image_pdfimage_print

Komentar

Komentar