Home Breaking News Bandara Silangit Disualap Jadi Bandara Internasional

Bandara Silangit Disualap Jadi Bandara Internasional

134
Suasana di Bandara Silangit (Sumut).

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Bandara Silangit dipastikan disualap jadi bandara berskala internasional pada 2018. Tetapi landasan pacunya harus lebih dulu diperpanjang.

“Karena itu, perpanjangan landasan dari 2200 meter menjadi 2650 meter, dan pelebaran dari 30 meter ke 45 meter bakal segera dituntaskan,” ujar Menteri Pariwisata Arief Yahya, di Jakarta, Rabu (22/2/2017).

Karena status Bandara Silangit yang berlokasi di Siborong-borong, Tapanuli Utara, menjadi internasional, akan dibuat CIQP, Carantine, Immigration, Quarantine, Port.

Bandara lain yang akan dinaikkan statusnya adalah Komodo Labuan Bajo, yang sampai sekarang masih berada di bawah pengelolaan Kementerian Perhubungan.

“Semua bandara yang masuk dalam pengembangan 10 Bali Bali, atau 10 Top Destinasi Prioritas, diproyeksikan menjadi international airports” jelasnya.

Ia menambahkan Kalau ingin menjadi global standar, dan memiliki customers di global market, maka aksesnya pun harus international standar.

“Sehingga ada direct flight yang bisa langsung dari negara originasi ke destinasi prioritas itu,” ungkapnya.

Ketua Pokja Percepatan 10 Destinasi Prioritas Kemenpar, Hiramsyah S Thaib, mengungkapkan setelah Danau Toba ditetapkan menjadi satu dari 10 destinasi wisata prioritas di Indonesia, Badan Otorita Danau Toba (BODT) memang makin getol membenahi Danau Toba, baik di kawasan otoritatif maupun wilayah koordinatif.

“Presiden Jokowi sudah berkali-kali mengatakan, untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke Danau Toba, semuanya harus all out. Dari bandara yang sebelumnya tidak layak dilandasi pesawat, lantas dibenahi, dan sekarang sudah 300-500 orang per hari. Hasilnya mengejutkan, penumpang naik lima hingga enam kali lipat di Bandara Silangit,” ujarnya.

Pembenahan insfratruktur terus dilakukan. Tahapannya sudah masuk level renovasi Bandara Silangit untuk mengejar kapasitas 500 ribu penumpang.

”Nanti, bandara ini bisa disinggahi pesawat besar seperti Citilink dan Garuda. Landandasan pacu juga ikut diperbaiki hingga Desember 2017 melalui Angkasa Pura (AP) II. Prosesnya malah akan dipercepat menjadi September 2017. Jadi, harapan kita, September 2017, Bandara Silangit sudah bisa diresmikan, khususnya terminal dan landasan. Maka pada bulan April 2018, Bandara Silangit sudah bisa kita usulkan menjadi bandara internasional,” ungkap Dirut Badan Otorita Danau Toba, Arie Prasetyo.

Dari sisi market juga sangat mendukung. Tapanuli Utara, Silangit (wilayah Danau Toba), secara kawasan menjadi kunjungan utama wisatawan ke Sumut yang presentasenya mencapai 73 persen. Umumnya wisatawan-wisatawan itu datang dari Benua Asia seperti Malaysia, Singapura, Philipina, Thailand dan Vietnam.

“Mayoritas pengunjung ke Sumut tahun lalu dari Malaysia mencapai 50 persen lebih,” imbuhnya.

Setelah Silangit naik kelas, dirinya berharap, perjalanan dari Singapura ke Silangit dengan tujuan Danau Toba, tidak lagi melalui Bandara Kualanamu. Wisatawan akan diarahkan direct ke Silangit.

“Maunya dari Bandara Singapura ke Silangit bisa ditempuh dalam waktu 2 jam atau 1,5 jam, suapaya hari itu juga mereka bisa menikmati alam Danau Toba,” ujarnya.

Badan Otorita Pariwisata Danau Toba, menurut dia, kembali membuka kerjasama dengan Malaysia Airlines dan Singapore Airlines untuk kembali
menawarkan apa-apa saja langkah konkret yang sudah dilakukan setelah sebulan penerbangan perdana ditetapkan.

“Oleh Kemenhub, selanjutnya akan menanyakan apa-apa saja yang akan kita benahi setelah membuka bandara internasional. Nah, untuk itu, kami harus bekerja secara paralel lagi dengan bandara internasional melalui intensif yang harus kita tawarkan, supaya perusahaan airlines dari luar negeri tertarik memulai bisnis. Kita benahi dulu bandara kita, baru berani kita jualan,” tukasnya. (Isr)

Komentar

Komentar