Home Breaking News Balitbangtan Teken MoU Dorong Swasembada Pangan

Balitbangtan Teken MoU Dorong Swasembada Pangan

151
MoU Balibangtan. Foto Ningsih.

BOGOR, CITRAINDONESIA.COM- Mendorong program swasembada pangan, serta mendukung peningkatan produksi komoditas prioritas, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan), teken  MOU dengan beberapa stakeholder terkait Inovasi Bioteknologi Unggulan.

“Inovasi Bioteknologi antara lain inovasi padi ciherang aromatik, inovasi cabai carvi agrihorti provitas dan ferobik pengendali serangga hama pengerek tebu,” ungkap Mastur, Kepala Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumber Daya Genetik Pertanian (BB Biogen) Kementerian Pertanian di Ruang Rapat Balai Besar BB Biogen Jl. Tentara Pelajar No 3a, Kampus Kementerian Pertanian, Cimanggu Bogor, Selasa (28/11/2017).

Mastur mengungkapkan bahwa Padi Ciherang merupakan jenis varietas unggul nasional yang dilepas pada tahun 2000 oleh Menteri Pertanian RI, dan pada saat ini varietas tersebut sangat diminati dan masih mendominasi pertanaman padi dalam skala besar di Indonesia.

“Kalau untuk padi ciherang itu memiliki keunggulan, yaitu tahan terhadap hama dan penyakit dan memiliki nilai produktivitas yang sangat tinggi, sekitar 8 ton per hektarnya, dan rasanyapun sangat enak sehingga banyak diminati konsumen,” jelasnya.

Ada juga inovasi cabai carvi agrihorti provitas yang memiliki kandungan capsaisin tinggi serta tahan virus belang. Inovasi Balitbangtan Kementan dalam hal ini BB Biogen dan Balitsa yang bekerjasama dengan IPB adalah jenis cabai merah Carvi Agrihorti yang memiliki ketahanan terhadap serangan virus.

“Carvi Agrihorti menjadi varietas sangat diunggulkan, dan sangat adaptif di dataran tinggi dengan keunggulan produktivitasnya bisa mencapai 22 ton perhektare,” terang Mastur.

Selain itu juga varietas cabai merah agrihorti juga tahan virus belang cabai dan memiliki potensi hasilnya mencapai 28-30 ton perhektare, umur panen 95 hari, dengan tinggi tanaman 60-77cm dan kadar capsaicin 2,6 mg/g.

“Selain itu juga ada inovasi Feromon Pengendali serangan hama pengerek tebu yang memanfaatjan feromin seks sebagai atraktan dalam perangkap yang dapat memonitor populasi maupun pengendalian masal pengerek tebu,” paparnya.(Ning)

image_pdfimage_print

Komentar

Komentar