Home Breaking News Balitbang Kementan Soft Launching Si MANTAP

Balitbang Kementan Soft Launching Si MANTAP

176
M. Sakir Kepada Balitbang Kementan dan para mitranya saat soft launching SI MANTAP, Selasa 21 November 2017 di Bogor. Foto Ningsih.

BOGOR, CITRAINDONESIA.COM- Kementerian Pertanian melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) melakukan soft launching Sistem Informasi Pemantauan Tanaman Pertanian (Si MANTAP) berbasis penginderaan jauh untuk mengindentifikasi fase pertumbuhan tanaman pertanian berbentuk spasial, tabular dan temporal.

“Nantinya Si MANTAP akan menyajikan informasi pemantauan tanaman padi, jagung, tebu, cabe dan bawang merah berbentuk peta, tabular dan grafik,” ungkap Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementerian Pertanian, M. Syakir di Gedung Agro Sinema, Balai Besar Sumber Daya Lahan Pertanian, Cimanggu, Bogor, Selasa (21/11/2017).

M. Syakir menjelaskan Si Mantap menggunakan Standing Drop yang dikembangkan sejak tahun 1997 dan masih dikembangkan sampai saat ini untuk menanam padi dan komoditas lainnya sepertu jagung, tebu, kelapa sawit, bawang merah, cabe dan lainnya.

“Pengembangan Si Mantap dihasilkan dari kerjasama LAPAN, RNI, BPPT, Jasindo, IPB, JAXA-Jepang, CSA-Canada, NASA-USA dan yang lainnya,” jelas M Sakir.

Di tahun 2014 Standing Crop ini baru digunakan secara operasional oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian guna mendukung UPSUS Swasembada Pangan.

“Si Mantap tersebut merupakan solusi yang sangat tepat untuk melindungi petani dan dapat diakses di Http://mantap.litbang.pertanian.go.id,” terangnya.

Dengan demikian berkembangnya data penginderaan jauh dan kemudahan untuk memperoleh datanya ini semakin menarik dengan potensi pemanfaatannya untuk membantu bagaimana mengambil solusi yang tepat untuk pemerintah, industri ataupun asuransi dalam melindungi petani di Indonesia.

“Intergrasi Si Mantap dengan data iklim juga dapat membantu dalam pengelolaan di bidang pertanian dalam upaya mengantisipasu perubahan iklim,” imbuhnya.  (Ning)

image_pdfimage_print

Komentar

Komentar