Home Breaking News Bahaya Aktivitas Gunung Berapi Mayon Meningkat

Bahaya Aktivitas Gunung Berapi Mayon Meningkat

232
Gunung Berapi Mayon di Filipina - foto reuters

MANILA, CITRAINDONESIA.COM- Filipina meningkatkan kewaspadaan pada aktivitas Gunung Berapi Mayon yang meresahkan warga setempat.

‘Dinaikkan statusnya satu tingkat sejak hari Minggu mengutip tanda-tanda magma yang meningkat yang dapat menyebabkan letusan berbahaya’, tulis reuters pagi ini (14/1/2018).

Warga dievakuasi dari dua desa di dekat gunung berapi, tempat wisata di provinsi Albay karena bentuk kerucutnya yang nyaris sempurna, mengikuti ‘letusan freatik atau uap’ pada hari Sabtu kemarin.

‘Ledakan tersebut mengeluarkan abu, batu dan bau belerang, dan diikuti oleh suara gemuruh dan cahaya samar di kawah’, Institut Vulkanologi dan Seismologi Filipina (Phivolcs) mengatakan dalam buletin terbarunya.

Phivolcs meningkatkan kewaspadaan ke level 2, berarti aktivitas saat ini ‘mungkin berasal dari magmatik, yang dapat menyebabkan letusan lebih banyak freatik atau akhirnya terjadi letusan magmatik yang berbahaya’.

Letusan Mayon yang paling merusak terjadi pada bulan Februari 1841, ketika aliran lahar dikuburkan ke kota dan membunuh 1.200 orang. Ini terakhir meletus pada tahun 2014, memuntahkan lahar dan memaksa ribuan orang untuk mengungsi.

‘Masyarakat sangat disarankan untuk waspada dan berhenti memasuki radius enam kilometer (3,7 mil) Zona Bahaya Permanen meminimalkan risiko dari ledakan mendadak, batuan dan tanah longsor’, kata Phivolcs.

Rasanya orang-orang mengalami ashfall untuk menutupi hidung dan mulut mereka dengan lap basah atau bersih atau topeng debu. Juga mengatakan pesawat harus menghindari terbang mendekati puncak gunung berapi.

Mereka yang berada dalam kemiringan gunung berapi, tapi di luar zona bahaya 6 km, diminta untuk melakukan tindakan pencegahan terhadap kemungkinan keruntuhan atap akibat akumulasi abu dan air hujan.

Kepala Phivolcs Renato Solidum mengatakan gunung berapi tersebut muncul karena letusan lain karena telah menampilkan perilaku abnormal sejak akhir tahun lalu.

Namun Cedric Daep, kepala Badan Pengurang Risiko dan Penanggulangan Bencana Provinsi Albay, mengatakan pusat-pusat evakuasi diperbolehkan kembali ke rumah mereka di kemudian hari, kecuali Phivolcs meningkatkan tingkat siaga gunung berapi lebih lanjut.

Dia mengatakan tidak semua warga dievakuasi tinggal di dalam zona bahaya 6 km. ‘Kami belum mencapai tingkat kritis,” katanya dalam sebuah wawancara radio. Tingkat peringatan 3 bila kami anggap penting, 4 adalah saat letusan sudah dekat, dan 5 adalah letusan yang sedang berlangsung’, bebrnya. (oca)

image_pdfimage_print

Komentar

Komentar