Home Breaking News “Bah… si Jutan Tanam Padi Jam 11 Tapi Sudah Dipanen Jam 12”

“Bah… si Jutan Tanam Padi Jam 11 Tapi Sudah Dipanen Jam 12”

147
Gertam di Lampung dihadiri Irjen Kementan Justan Riduan Siahaan dan aparat terkait lainnya.

LAMPUNG, CITRAINDONESIA.COM- Ada – ada saja si Jutan. Dia baru tanam Padi jam 11. Tapi sudah Panen Jam 12! Ayo simak apa kata si Jutan. Ini bukan sihir dan bukan sulap!

“Bah. Kok bisa ya tanam jam 11.00. Panen jam 12.00 dan langsung makan jam 13.00 ya? Lagi-lagi, Pekon Pagar Dewa dan Pekon Kagungan saksinya. Rahasianya berada di jarak 1 kecamatan,” ujar Justan Riduan Siahaan, Irjen Kementan yang lucu, saat melakoni jadwal Gerakan Tanam (Gertam) padi di Pekon Penggawa Pagar Dewa Kecamatan Sukau Kabupaten Lampung Barat, hari ini.

Program ini pastinya adalah dalam rangka mensukseskan swasembada pangan sehingga para petani semakin makmur dan secara umum Indonesia diharapkan menjadi negara eksportir beras di masa mendatang sesuai program Pemerintahan Jokowi-JK, maupun Mentan RI Andi Amran Sulaiman sehingga Irjen yang biasa bertugas sebagai auditor dan pengawas internal instansi ini turun ke ke sawah.

Irjen Kementan Justan Riduan Siahaan tengah panen padi di Lampung bersama aparat terkait.

Hadir pada Gertam tersebut antara lain BPP Lampung, Dinas Pertanian dan Hortikultura Kabupaten Lampung Barat, dan Kasdim 0422 Lampung Barat.

Gertam ini lanjutan masa tanam Oktober 2017-Maret 2018. Petani di Lampung Barat didorong untuk menambah luas tanam padi sebagai upaya membantu pemerintah menutup kran impor.

Kasdim 0422 Muskadir, mewakili Dandimnya, menyatakan Kodim 0422 mengawal dan mendorong luas tanam padi di Lampung Barat.

Justan tegas menyampaikan kepada seluruh Kepala UPTD dan PPL untuk dapat mengendalikan pencapaian target penanaman padi sesuai wilayahnya secara bottom-up, dari lingkup desa, kemudian lingkup kecamatan, ke kabupaten, provinsi hingga nasional.

Untuk para kelompok tani yang hadir, Justan menyebutkan bahwa petani juga dapat mengajukan proposal bantuan alsintan berupa transplanter ataupun combine harvester dengan catatan harus dibayar dengan menambah LTT.

Pria Batax ini berharap dengan UPSUS Pajale di Provinsi Lampung ini dapat mencapai targetnya secara konsisten, sehingga Indonesia mampu tampil sebagai Negara Lumbung Pangan Dunia tahun 2045.

Setalah gertam, satu jam kemudian di Pekon Kagungan, Kecamatan Lumbok Seminung, Tim Gertam juga melakukan Panen Bersama. Lanjut makan nasi lokal di atas Danau Ranau, Provinsi Lampung. “uwweenaaak”. (olo)

 

image_pdfimage_print

Komentar

Komentar