Home Breaking News Badan Keahlian DPR Terima Pelajar University of Malaya

Badan Keahlian DPR Terima Pelajar University of Malaya

271
Ketua Badan Keahlian DPR RI Kadir Johnson Rajagukguk menerima kunjungan mahasiwa Fakultas Hukum Universitas Singaperbangsa, Karawang. Foto: Parlemen.

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Badan Keahlian DPR RI menerima sejumlah mahasiswa pertukaran pelajar Fakultas Hukum dari Universitas Tarumanagara Jakarta dan University of Malaya (Malaysia) di Gedung Sekretariat Jenderal dan Badan Keahlian DPR RI Senayan, Jakarta, Rabu (5/4/2017).

“Kami sangat senang menerima mahasiswa ini, mereka sangat concern mengetahui proses legislasi dan sistem keparlemenan di Indonesia, ” ungkap Ketua Badan Keahlian DPR Johnson Rajagukguk.

Kepada Mahasiswa, ia menyampaikan beberapa hal terkait dengan sistem keparlemenan. Diantaranya, proses pengambilan keputusan dalam legislasi, partisipasi masyarakat hingga pemilihan anggota dewan.

“Ini penting untuk disampaikan agar mereka bisa mengetahui walaupun tidak mendalam tetapi secara garis besar mengetahui bagaimana peran dari DPR, DPD, dan juga MPR di dalam penyelenggaraan pemerintahan,” jelasnya.

Ia menambahkan dalam proses pembentukan perundang-undangan, unsur masyarakat kerap dilibatkan untuk menjaring masukan yang bisa dijadikan sebagai referensi.

Namun, diakuinya hal ini tidak selalu berimplikasi positif. Terkadang begitu kuatnya partisipasi masyarakat justru malah memperhambat proses suatu pembahasan RUU.

Sementara terkait pemilihan anggota dewan, disebutkannya hal ini tidak jauh berbeda dengan Malaysia. Hanya terdapat perbedaan jumlah anggota dewan. Di Indonesia, sambung Johnson, anggota dewan ada 560 orang sedangkan di Malaysia yang menerapkan sistem bikameral hanya mempunyai 220 anggota parlemen yang mewakili setiap distrik.

Parlemen di Malaysia terdiri dari Dewan Rakyat dan Dewan Negara atau Senator. Pemilihan umum diadakan setiap 5 tahun sekali dan Dewan Negara dilantik oleh Yang di Pertuan Agung (Raja).

Salah satu mahasiswa pertukaran Pelajar dari University of Malaya Aiman Syahmi mengatakan pertemuan kali ini sangat informatif, khususnya mengenai partisipasi masyarakat dalam pembuatan RUU.

Menurutnya, di Dewan Rakyat Malaysia, pelibatan masyarakat sangat terbatas. Hanya terdapat satu komite yang diwakili para akademisi sebagai perwakilan masyarakat.

“Kami sangat berterima kasih telah diterima oleh Badan Keahlian dan sesi kali ini sangat informatif dan menarik untuk menambah wawasan kami tentang sistem keparlemenan di Indonesia, ” ungkapnya. (*)

Komentar

Komentar