Home Breaking News Awas Modus Tipu- tipu Pakai Suket e-KTP Putaran Kedua Pilkada DKI

Awas Modus Tipu- tipu Pakai Suket e-KTP Putaran Kedua Pilkada DKI

289
Pasangan Cagub Cawagub Anis Sandi (kiri) Vs Ahok-Djarot (kanan), pada Pilkada DKI Jakarta tahun 2017.

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Modus tipu- tipu di Pilkada ini tampaknya sulit dihilangkan, seperti pada Pilkada 2017 di ibukota Jakarta! Kepana ya?

“Ya karena ada kepentingan di situ. Nah misalkan, kemaren kan Bawaslu DKI sebutkan temuan 230,000 surat keterangan (suket) pengganti e-KTP digunakan pada Pilgub DKI putaran pertama.  Ini mengerikan. Nah siapa yang punya kepentingan ya pikir saja,” ujar Meli, pemerhati, saat dimintai komentar seputar beleid tersebut, Minggu (5/3/2017).

Sejatinya kata dia, semua pendukung dan kontestannya harus jujur. Ya  supaya hasilnya hablum min-Allah dan hablum min-annas,”.

Siapa diduga pelaku curangnya? “Ya siapa lagi kalau bukan yang berkepantingan? kan mereka itu berbuat demi paslon dukungannya, yang pasti kalau sebuah hasil didapat dari kecurangan, itu pemimpinnya diberkati Allah, dia bisa masuk KPK, sel Polisi dan lainnya. Itu sudah pasti. Tuhan gak pernah tidur loh. Ingat,” tegasnya mengingatkan.

Tetapi sebaliknya kata dia, bila dari awal prosesnya para Cagub, timses dan seluruh pendukungnya berbuat jujur, dalam arti mereka mau berkerja hanya untuk berbakti kepada bangsa dan negara, maka mereka- mereka itu takkan mau berbuat curang. Karena azab dan dosa akan menggoyangnya kelak.

“Kalau mau berbakti itu kan tak perlu curang. Modal dasarnya jujur. Itu saja kok. Kalau jujur pasti ada tangan Tuhan dihadapan mereka. Kan kita juga tahu, bangkai dibuang ke mana saja pasti kecium laler, ya kan?,” imbuhnya menambahkan.

Seperti diketahui, anggota Bawaslu DKI Jakarta, Achmad Fachrudin, akui ada 230 ribu suket pengganti e-KTP terbit pada putaran pertama Pilgub DKI.

“Ini didapatkan setelah pencoblosan pada 15 Februari lalu,” ujarnya kepada awak media.

Hal itu juga dibenarkan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta Sumarno.

“Suket itu hanya berjumlah 84 ribu. Tidak mungkin 230 ribu. Yang dikeluarkan Disdukcapil itu 84 ribu,” jelas Sumarno usai Rapat Pleno KPU di Hotel Borobudur, Jakarta, Sabtu (4/3/2017).

Tetapi Sumarno menegaskan dirinya tidak tahu dari mana itu datangnya Suket- suket itu.

Sementara itu, atas temuan Suket e-KTP dimaksud, Abdul Haris Suharotyo meminta Bawaslu DKI berkoordinasi dengan Polri mengusut data- data diterbitkan Dinas Kependudukan (Dukcapil DKI).

“Dari situ nanti Polisi pasti bisa bongkar siapa yang memesan penerbitan Suket e-KTP yang 230,000 versi Bawalu DKI atau 84,000 bersi Ketua KPUD. Apakah patahana atau paslo lainnya. Supaya fair,” tegasnya. “Jadi kita sebagai warga gak was- was di boongin pada putaran kedua,” tandasnya.

Dengan temuan itu, lanjut Haris, kecurangan untuk memenangkan paslon Cagub- Cawagub Pilkada GKO 2017 tertentu pada putaran kedua antara Anis- Sandi dan Ahok- Djarot sangat berpotensi.

“Untuk itu aparat terkait harus turun tangan dong agar proses Pilkada jilid II Maret 2017 clear dan clean. Kita- kita yang memilih agar lebih mencintai pemimpin, pemenang sejati, bukan menang- menangan. Lagian Pilkada ini dipantau ratusan observer asing loh. Apa nggak malu kalau ada yang curang!,” pungkasnya mengakhiri. (oca/adms/friz).

Komentar

Komentar