Home Breaking News Aturan Pendidikan Kejuruan Basis Industri

Aturan Pendidikan Kejuruan Basis Industri

518
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto didampingi Walikota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo ketika mengunjungi Akademi Komunitas Industri Tekstil dan Produk Tekstil Solo, Jawa Tengah.

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Ini maksud diterbitkannya Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 3 tahun 2017 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengembangan Sekolah Menengah Kejuruan Berbasis Kompetensi yang Link and Match dengan Industri.

“Peraturan ini menjadi pedoman bagi SMK menyelenggarakan pendidikan kejuruan yang link and match dengan industri. Bagi perusahaan, ini untuk memfasilitasi pembinaan kepada SMK dalam menghasilkan tenaga kerja industri yang terampil dan kompeten,” tegas Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di Jakarta, Senin (13/2/2017).

Jumlah tenaga kerja industri manufaktur di Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun.

Tahun 2006 lalu sebanyak 11,89 juta orang, meningkat menjadi 15,54 juta orang pada tahun 2016, atau rata-rata naik sekitar 400 ribu orang per tahun.

“Berdasarkan perhitungan kami, dengan rata-rata pertumbuhan industri sebesar 5-6 persen per tahun, dibutuhkan lebih dari 500-600 ribu tenaga kerja industri baru per tahun,” ungkapnya.

Airlangga berharap, pendidikan kejuruan dengan konsep keterkaitan dan kesepadanan dunia industri akan mampu memasok tenaga kerja terampil.

“Pemerintah telah menargetkan jumlah tenaga kerja dalam program ini bisa mencapai satu juta orang pada tahun 2019. Oleh karenanya, sebanyak 200 SMK di seluruh Indonesia yang akan kami libatkan,” tuturnya.

Dalam Permenperin tersebut, dijelaskan peran SMK, antara lain melakukan penyusunan kurikulum mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) atau standar internasional. Melibatkan pelaku dan asosiasi industri.

“Di Austria, Swiss, dan Jerman, sebagai negara yang industrinya cukup maju, mereka menerapkan waktu belajar di SMK selama empat tahun dan usia 16 tahun sudah magang. Bahkan, Kadin dan industri di sana yang menyiapkan kurikulumnya,” ujar Airlangga. (oca)

Komentar

Komentar