Home Breaking News “Arogan, Masih Adakah Bisnismen Mau Membantu Trump?”

“Arogan, Masih Adakah Bisnismen Mau Membantu Trump?”

183
Donald Trump dan bentuk tim ekonomi yang baru, pasca pecat dua anggota dewan ekonominya. Gettyimages.

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Presiden Trump menurunkan rencana untuk menciptakan tim penasihat baru di bidang infrastruktur, sehari setelah dua dewan penasehat bisnisnya dibubarkan.

“Arogan, pertanyaannya, masih maukah para ekonom atau CEO perusahaan besar membantu Trump? Terlebih pernyataan protes terhadap Trump oleh dua mantan Presiden AS yakni George HW Bush dan Gerge W Bush atas penanganan aksi Rasis di Virginia itu adalah sangat sensitif.

“Kami tahu kebenaran ini menjadi kekal karena kita telah melihat kesopanan dan kebesaran negara kita.” tegas bekas Presiden itu menyindir Trump.

Trump menghadapi reaksi balasan lebih keras dari para pemimpin bisnis atas ucapannya minggu ini tentang supremasi kulit putih yang Rasis itu.

Seorang pejabat Gedung Putih mengatakan dewan infrastruktur, yang masih dibentuk, “tidak akan bergerak maju”.

Trump menandatangani sebuah perintah eksekutif bulan lalu untuk menciptakan kelompok tersebut saat taipan itu ingin menghabiskan $ 1 triliun membangun infrastruktur.

Trump telah memperbarui jalan-jalan di AS, jembatan dan bandara merupakan bagian penting dari agenda legislatifnya.

Namun, pada hari Rabu ia terpaksa membubarkan dua panel bisnis Gedung Putih lainnya di tengah eksodus kepala eksekutif.

Namun karena tindakannya yang sangat dinamis, dan tidak menyalahkan aksi Rasis menewaskan 1 orang dan melukai 20 orang lebih di Virginia itu, membuat para CEO bisnis keluar dari tim ekonomi Trump.

Bahwa aksi Rasis tersebut, didukung oleh neo-Nazi dan supremasi kulit putih, menjadi protes atas pemindahan patung Robert E Lee, seorang jenderal yang telah memperjuangkan Konfederasi perbudakan selama Perang Sipil AS.

Pada Kamis kemarin, Trump kembali membuka perdebatan sengit dan bahkan mencela pemindahan patung Konfederasi “cantik”.

Keputusan untuk menjatuhkan panel infrastrukturnya datang saat beberapa bos perusahaan AS terbesar telah mengkritik cara penanganan Trump terhadap aksi dari kelompok sayap kanan yang ekstim itu.

Pada hari Senin, Trump terlambat mengutuk kelompok supremasi kulit putih dan neo-Nazi yang berkumpul di Charlottesville, Virginia, pada hari Minggu.

Namun dalam sebuah konferensi pers yang ramai pada hari Selasa ia mundur dan lagi-lagi menyalahkan pemrotes sayap kiri karena melakukan kekerasan juga.

Hal itu mendorong para pemimpin bisnis untuk keluar dari dewan manufaktur dan kebijakannya, dan mendapat kritik dari bos perusahaan termasuk Apple dan JP Morgan.

Trump awalnya merencanakan untuk menarik anggota Dewan Penasehat Infrastruktur dari real estat, konstruksi dan bagian lain dari ekonomi.

Pada awal tahun dia mengatakan bahwa dia merencanakan panel tersebut dan menunjuk dua pengembang properti New York terkenal untuk memimpinnya.

Perwakilan para pengembang, Steve Roth dari Vornado Realty Trust dan Richard LeFrak dari LeFrak, akhirnya tidak dapat dihubungi lagi. (bbc/linda)

 

image_pdfimage_print

Komentar

Komentar