Home Breaking News ‘Arjuna Zaman Now di Jalan Harsono RM 3 Ragunan’

‘Arjuna Zaman Now di Jalan Harsono RM 3 Ragunan’

125
Foto ilustrasi

Arjuna dari Jalan Harsono RM No 3 Ragunan. Sebuah judul tulisan yang mungkin asing bagi Anda, pembaca yang budiman! Mungkin Anda juga bertanya, alamat apa itu? Kantor kah atau gedung pewayangan? Karena Arjuna ini adalah sosok paling berperan dalam dunia Mahabharata. Lalu apa hubungannya dengan dunia nyata?

Sesungguhnya penulis menyebutkan nama Arjuna, adalah mendaulat para insan pecinta petani yang menghuni sebuah gedung di Jalan Harsono RM No 3 Ragunan. Persisnya Kantor Kementerian Pertanian RI, di huk Prapatan Lampu Merah Ragunan + Menuju Fatmawati + Mampang + Pasar Rebo. Sebuah tempat yang sejuk dan hijau. Di sini berkantor sejumlah ahli bidang pertanian baik bergelar Dr, IR, Drs, SH, SE dan lain sebagainya. Meraka adalah jebolan perguruan tinggi ternama di negeri tercinta ini. Mereka adalah pengayom ‘ayah dan ibu petani’. Di tangan merekalah maju – mundurnya dunia pertanian kita!

Mereka – mereka yang ada gedung di Jalan Harsono RM No 3 Ragunan, menurut penulis adalah para Arjuna zaman NOW – dunia nyata. Bahwa, Menteri Pertanian Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, dijuluki oleh penulis sebagai Arjuna yang ‘Panglima Perang’ tangguh itu. Mampu, cerdik, cepat dalam mengejawantahkan amanat ‘Panglima Perang Tertinggi’ Presiden Joko Widodo, membalikkan keadaan hampir 360 derajat jargon Petani miskin yang melekat selama ini menjadi Petani sejahtera. Bahkan tugas berat di pundak ‘Pang Lima Parang’ itu menjadikan cita – cita Negara Indonesia sebagai Negara yang berdaulat pangan, swasembada Beras, Jagung, Bawang Merah – Putih, Sapi, Lumbung Pangan Dunia Tahun 2045. Juga menciptakan zero atau 0 persen importasi komoditas pangan sejak tahun – tahun sebelumnya hingga selamanya. Bahkan tugas terberat lainnya yang tengah dipikul Pak Mentan, adalah mengentaskan kemiskinan sekitar 27 juta rakyat miskin kota, pedesaan. Anda bayangkan, kapan Pak Amran, bisa bersendagurau dengan keluarganya? Bahwa beliau hampir setiap hari keluar – masuk Desa dan Sawah hingga kebun Rakyat di seluruh Indonesia!

Selain itu, keputusan penulis menjuluki Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman sebagai Arjuna zaman NOW, karena beliau telah berhasil mencatatkan sejarah paling spektakuler sebagai seorang Mentan yang mampu meningkatkan kinerja para petani menjadi seorang eksportir berbagai komoditas pangan ke negara internasional. Yang lebih luar biasa lagi, bahwa Menteri yang masih cukup muda untuk ukuran seorang Menteri itu adalah satu- satunya Menteri Kabinet Kerja Jokowi – JK, penerima Piagam Penghargaan Anti Gratifikasi dari Pimpinan KPK, kemarin. Penulis pun angkat topi kepada anak tentara yang satu ini.

Tampak Mentan Andi Amran Sulaiman tertawa lebar ketika menerima Piagam Penghargaan anti gratifikasi dari Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan Selasa 12 Desember 2017 di Hotel BIdakara, Jakarta.

Penulis beralibi. Mengapa Pak Amran bisa memperoleh penghargaan spektakuler tersebut? Karena munkin, di otak Pria kelahiran Bone, Sulawesi Selatan pada 27 April 1968 (umur 49),  Sulawesi Selatan, yang dipercaya Presiden Joko Widodo mengemban tugas berat sebagai Menteri Pertanian RI, adalah sosok pria tulus dan akhlas menjalankan setiap pekerjaannya. Dan mungkin sudah mendarahdaging atau mentradisi sejak ajarah ayah – ibunya dulu. Makanya beliau mampu membangun dan mengubah emage negatif masyarakat kebanyakan terhadap lembaga yang dipimpinnya leading sector pertanian.

Maklum saja. Wajah Kementan ini pernah coreng – moreng! Karena kasus- kasus Setali Tiga Uang. Korupsi di masa lalu serta randahnya kinerja para Menteri pendahulunya. Akibatnya, bahan – bahan pangan pokok rakyat, tiada hari tampa impor dan impor lagi, miris memang. Al hasil banyak orang yang nyinyir dan berujar bahwa kita yang dulu berjuluk negara agraris menjelma bagai ‘Tikus Busuk’ mati di lumbung Padi. Tetapi kalau mengambil istilah Cak Lontong ‘Itu Dulu’. Itulah hebat dan jitunya piling Bapak Presiden Jokowi menunjuk Pak Amran, menjadi think thank di Kementan hingga zaman now. Dan penulis haqqul yakin, di pikiran Pak Amran mungkin hanya ada satu kata, yakni : BISA!

Dan terbukti berhasil memang! Karena sistem perencanaan, perhitungan matang dan sehingga mengeksekusi untuk pembangun pertanian secara terukur, itu menghasilkan nilai 10+ atau istimewa. Dunia pertanian kita semakin unggul. Negara mitra kita tengah antri menanti kiriman aau ekspor komoditas yang mereka butuhkan dari tangan kita.

Di bidang pembinaan dan pemilihan SDM, eksekusi yang dilakukan oleh alumni Universitas Hasanuddin, Sulsel itu juka OK. Kementan semakin tertib. Kinerjanya tak perlu diragukan lagi. Namun harus terus diawasi ketat. Bahkan dalam rekruitmen PNS atau ASN, Kementan ini ketat. Begitu juga dalam penerimaan para mahasiwa/i baru di STPP, dilakukan secara ketat dalam seleksinya sehingga nantinya menghasilkan para alumni berkualitas. Al hasil, Pak Amran semakin happy dalam menentukan  HITAM – PUTIH di Kementan dalam 3 tahun menjabat. Maka itu oleh cara Pak Amran, para pejabat Kementan tak ada lagi yang berani istilah plantat – plintut, mencari obyekan ke sana- kemari seperti kutu loncat alias berbohong ria apalagi KKN.

Presiden Jokowi disaksikan Mentan Andi Amran Sulaiman tengah menanam bibit unggul Kelapa Sawit di Serdang Begadai, Sumut, Senin 27 November 2017.

Bahwa bila ada oknum yang masih mencoba – coba berbuat nakal atau KKN, Anda itu pasti didamprat dan bahkan dipecat oleh ayahanda dari Andi Amar Ma’ruf, Andi Athira, Andi Muh. Anugrah, dan Andi Humairah ini marah. Ingat kawan? Pak Amran ini kita kenal sosok tegas dan tidak suka mencla – mencle. Sistem kepemimpinan yang dilakoninya di Kementan, nyaris mirip bagai ‘Panglima Perang’ Arjuna dan sesuai juga seperti dilakukan oleh Presiden Joko Widodo, kerja kerja kerja.

Namun kendati memiliki sosok pemimpin yang tegas dan berkharisma, ada saja oknum bawahan yang iseng, nyari ngobyekin dengan menjual nama besar Andi Amran Sulaiman, meski sudah diingatkan dari jauh – jauh hari.

Bahwa saya ingat betul. Sejarah atau pondasi melawan tindak pdana korupsi di Kementan ini telah diletakkan oleh Amran Sulaiman sejak menjabat. Itu salah satu jurus ampuhnya. Beliau dengan menempatkan sebuah tim dari Kejaksaan Agung RI dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk melakukan pencegahan tindak pidana para bawahannya seupaya tidak terlibat praktik Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN).

Pasalnya, di internal Kementerian yang mengurusi perut kita semua, Pak Amran, begitu beliau akrab disapa awak media, pernah mengendus praktik gratifikasi oleh oknum pejabat Kementan saat kunjungan kerja di daerah atau setelah jam kantor. Anda bisa bayangkan! Betapa rendahnya mental si oknum itu. Nama seorang Pak Amran dilacurkan oknum pegawe itu dengan hanya untuk mendapat uang Rp5 juta sampai Rp10 juta, edan itu orang!

Maka pantas saja bila Pak Amran berang mendengar kasus itu. ‘Saya tegaskan lagi. Saya akan copot seorang pejabat eselon tiga karena mencatut nama Menteri (Amran) sebagai pejabat publik. Memalukan! Mencatut nama Menteri (Amran) untuk gratifikasi atau uang Rp5 juta sampai Rp10 juta,” kata Mentan Amran Sulaiman, kepada awak media usai menghadiri Sidang Promosi Doktor Herman Khaeron, Wakil Ketua Komisi IV DPR di Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung, (22/7/2016).

Tampak sumringah Banun Harpini, Kepala Barantan saat penyerahan Sertifikat SNI ISO 37001:2016 tentang Sistem Manajemen Anti Penyuapan dari Direktur PT Garuda Sertifikasi Indonesia, Johny S. Salim kepada Syafril Daulay, kepala Balai Besar Karantina Pertanian Makassar.

Berkaca dari kasus orang nakal itu. Mari hindari masalah – masalah korupsi, sudahlah, zaman sudah berubah. Sekarang zaman pembangunan. Yook tatap ke depan. Berbuatlah yang terbaik. Niscaya engkau akan sangat bahagia kelak. Sebaliknya akan sangat malu kepada anak – cuci kita bila melewatkan peluang emas membangun bangsa dan negeri ini. Sebagai pejuang sejati, wariskan legacy kepada para penerus bangsa kita.

Terlebih pula, kerja keras dan upaya bersih – bersih ala Andi Amran Sulaiman di Kementan RI jangan lagi diganggu. Karena sudah berbuah manis. Lihat, pada Kamis (14/12/2017), Kepala Balai Besar Karantina Pertanian Makassar, Syafril Daulay, dan disaksikan oleh Banun Harpini, Kepala Barantan, menerima anugerah sertifikat SNI ISO 37001:2016 tentang Sistem Manajemen Anti Penyuapan dari Direktur PT Garuda Sertifikasi Indonesia, Johny S.

Penghargaan itu sebuah kebanggan dan spektakuler. Bahwa Pimpinan dan jajaran Balai Karantina itu dinilai instansi yang menganugerahi penghargaan itu sebagai instansi yang bersih dari KKN dan suap serta menejemennya bagus. Maka itu harus kita contoh bersama baik oleh para pejabat tinggi di Kementan dan bahkan di luar Kementan. Sebab hal- hal seperti inilah yang dinanti- nanti rakyat, juga Presiden Joko Widodo – Pak JK, maupun KPK untuk kita wariskan kepada generasi penerus kita. Kita sama – sama lihat kan. Bagaimana seorang Setya Novanto ‘bagai orang bego’ di Pengadilan Tipikor Jakarta ketika menjalani sidang? Begitulah dia yang selama ini gagah, tetapi setelah tersengat korupsi eKTP – kata anak gaul dia belagak pilon.

Nah pertanyaan penulis, bagimana dengan Bapak – Ibu atau para Arjuna/ Arjuni lainnya baik para pejabat eselon I, II, III, IV di lingkungan Jalan Harsono RM No 3 Ragunan? Berusaha dan berdoalah secara ikhlas agar Tuhan – Allah SWT menganugerahi Anda sekalian kekuatan dan moral hazzard sehingga bisa menjadi orang nomor wahid di bidangnya dan mendapatkan penghargaan spektakuler!

Mentan Andi Amran Sulaiman tampak asyik berselpiria bersama para mamahasiswa-wi usai orasi mengenai bahaya radikalisme di sebuah kampus, masih terkait Sumpah Pemuda 28 Oktober 2017.

Penulis berharap semoga Tuhan – Allah SWT melimpahi karunianya kepada Bapak Sekjen, Irjen, Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian, Dirjen Tanaman Pangan, Dirjen Hortikultura, Dirjen Perkebunan, Dirjen PPH, Kepala BPPP, Kepala BPPSDM, Kepala BKP, Kepala BPK, Kepala PDSIP, Kepala PPVTPP, Kepala PPTP, Kepala SEKP supaya di masa mendatang masing- masing pejabat dimaksud dapat mencatatkan sejarah baru yang lebih spektakuler dari yang sudah – sudah. Supaya Kementan ini menjadi institusi changes egent atau baromoter perubahan di negeri yang kita sama- sama cintai ini!

Sekedar tahu tentang cerita Arjuna. Sosok pria sejati. Dia juga tokoh protagonis dalam wiracarita dalam kisah Mahabhrata. Berjiwa kesatria, membela wong cilik dan berani berperang melawan keangkaramurkaan.

Penulis : Oloan Mulia Siregar

Direktur Eksekutif Citra Institute

Email; [email protected]

 

image_pdfimage_print

Komentar

Komentar