Home Breaking News Arcandra: EOR Butuh Studi dan Implementasi

Arcandra: EOR Butuh Studi dan Implementasi

323
Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar Fanani. (Foto: Int)

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR) dinilai sebagai jawaban atas menempuh langkah Pemerintah untuk mendukung semua pihak dalam mengeksploitasi dan mengeksplorasi minyak dan gas bumi di Indonesia.

“EOR jangan berhenti di paper saja. Jangan diteliti terus, tapi juga diimplementasikan,” ujar Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar, seperti dikutip dari laman Kementerian ESDM, di Jakarta, Jumat (12/5/2017).

Saat ini ada 3 lapangan minyak dengan teknologi EOR, yaitu: Kaji Semoga (Medco), Minas (Chevron), dan Pertamina EP. Arcandra menyampaikan harapannya agar EOR menjadi pertimbangan bagi KKKS untuk meningkatkan produksi minyak.

“Teknologi EOR sebenarnya sudah ada di Indonesia sejak tahun 1980an,” kata

Namun, kata Arcandra, masih banyak Kontraktor Kerja Sama (KKKS) yang belum menerapkan teknologi EOR dalam mengeksplorasi lapangan minyaknya.

“Padahal, kita punya potensi minyak yang cukup besar 4,6 miliar barel,” jelasnya.

Pemerintah terus mendorong untuk meningkatkan produksi minyak, salah satunya melalui EOR.

Arcandra menambahkan, terkait potensi minyak yang besar tersebut, harus dibuat roadmap EOR yang detail. Untuk itu, kita boleh saja mengundang ahli-ahli EOR dari luar negeri. (*)

Komentar

Komentar