Home Breaking News Apindo Teriaki Program Lelang Gula GKR Memberatkan IKM

Apindo Teriaki Program Lelang Gula GKR Memberatkan IKM

238
Ketua Umum Apindo Haryadi Sukamdani.

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Asosiai Pengusaha Indonesia (APINDO) menganggap kebijakan program lelang Gula Krisyal Rafinasi (GKR) diatur Kementerian Perdagangan yang dia pastikan akan sangat memberatkan pelaku industri kecil seperti IKM. Karenanya diteriaki Haryadi Sukamdani.

“Karena untuk mendapatkan produk GKR melalui mekanisme lelang akan menambah beban industri dengan meningkatnya biaya produksi dan menurunnya kemampuan daya beli masyarakat. Dari segi jumlah ataupun kuantisas GKR, transportasi GKR, pemodalan, pembiayaan dan administrasi ini justru memberatkan IKM,” kata Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Haryadi Sukamdani di Jakarta, Rabu (27/9/2017).

Haryadi mengatakan selama ini para pelaku usaha IKM dianggap tidak mendapatkan akses untuk memperoleh GKR, karena didominasi oleh industri besar.

Padahal kata dia, terbatasnya akses IKM terhadap GKR tersebut adalah disebabkan oleh Permendag Nomor 74/M.DAG/PER/9/2015, yang mengatur tentang minimun pembelian GKR terhadap produsen sebesar 25 Ton.

“Sampai saat ini kebutuhan GKR rata-rata perbulan olek IKM ada dikisaran 50 Kg sampai 5 Kwinyal dan maksimum 1 Ton. Jumlah tersebut masih sangat sedikit,” ungkap Haryadi.

Haryadi juga mengatakan bahwa penggunaan sistem lelang GKR yang baru saja dilanching Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, menambah biaya modal serta biaya operasional serta para IKM wajib menempatkan jaminan resiko transaksi sebesar 5 persen dari harga batas atas GKR yang dikalikan dengan jumlah volume GKR yang akan dibeli.

Kemudian setelah itu, ditambah lagi biaya transaksi wajib dibayarkan oleh peserta atau pembeli yang intinya semakin memberatkan pelaku IKM.

“Hal tersebut menyebabkan meningkatnya biaya pembelian akibat biaya distribusi atau logistik sehingga tujuan menekan harga GKR,” terangnya.

Sebelumnya, pemerintah menunda pelaksanaan lelang GKR semula Oktober 2017 menjadi Januari 2018. Diputuskan rapat koordinasi antara Menko Perekonomian Darmin Nasution dan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita pada Jumat 22 September 2017 lalu. Rapat tersebut memutuskan untuk mengubah waktu pelaksanaan lelang GKR dari 1 Oktober 2017 ke awal tahun depan.

Lelang GKR itu dari Permendag No.40/M-DAG/PER/3/2017, Perubahan Atas Permendag No.16/M-DAG/PER/3/2017, tentang Perdagangan Gula  Kristal  Rafinasi Melalui Pasar Lelang Komoditas. (Ning/pemi)

image_pdfimage_print

Komentar

Komentar