Search
Friday 19 December 2014
  • :
  • :

APEC 2013: Mendag dan Dubes USTR Bahas Hambatan Perdagangan

Tampak Menteri Perdagangan Gita Wirjawan bersalaman dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping disaksikan Menkeu Chatib Basri di Nusa Dua, Bali. (fota humas Kemendag).

Tampak Menteri Perdagangan Gita Wirjawan bersalaman dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping disaksikan Menkeu Chatib Basri di Nusa Dua, Bali. (fota humas Kemendag).

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM – Menteri Perdagangan RI Gita Wirjawan dan Kepala United States Trade Representative (USTR) Michael Froman, Jumat (4/10/2013) di Hotel Laguna, Nusa Dua, Bali, melakukan pertemuan bilateral untuk meningkatkan hubungan perdagangan Indonesia dengan Amerika Serikat (AS).

“Kami juga membahas isu dan kepentingan perdagangan yang dianggap masih menghambat perdagangan kedua negara,” ungkap Mendag.

Dalam pertemuan, Mendag Gita Wirjawan mengutarakan keinginannya agar pihak Amerika Serikat (AS) dapat segera melaksanakan hasil keputusan Badan Penyelesaian Sengketa World Trade Organization (WTO) terkait dengan peraturan larangan clove cigarette di pasar AS.

Menanggapi hal tersebut, pihak AS memohon agar Indonesia memberikan kesempatan untuk melakukan koordinasi dan kerja sama lebih lanjut dengan pihak Indonesia.

Mendag juga meminta pihak United States Department of Commerce (US-DOC) dan United States International Trade Commission (US-ITC) agar konsisten dengan ketentuan WTO dalam penyelesaian kasus Scope Ruling atas produk Oil Country Tubular Goods (OCTG) asal Indonesia.

Proses pembuatan OCTG di Indonesia telah melalui proses heat treatment yang signifikan, serta sejalan dengan keputusan akhir United States Customs Border Protection (CBP) dimana mereka juga telah mengakui bahwa heat treatment dilakukan oleh perusahaan Indonesia. “Sehingga tidak ada alasan untuk meragukan keaslian produk OCTG asal Indonesia,” ujarnya.

Dalam kasus Dumping dan Countervailing Duty (CVD) atas produk Monosodium Glutamate (MSG), Mendag Gita Wirjawan mengharapkan pihak AS konsisten dengan ketentuan WTO dan tidak akan menjadikan hal ini sebagai hambatan perdagangan ke AS.

“Kita patuh ikut aturan AS dengan melakukan prosedur investigasi yang dilakukan oleh pihak AS, namun kami berharap hal ini tidak menjadikan hambatan bagi produk ekspor Indonesia,” jelasnya.

Disamping itu, Mendag Gita Wirjawan juga meminta AS untuk mendukung kesuksesan perundingan Konferensi Tingkat Menteri (KTM) WTO ke-9 yang akan dilaksanakan di Bali pada bulan Desember mendatang.

“Kami meminta pemerintah AS untuk mendukung butir-butir kesepakatan dalam KTM nanti, diantaranya fasilitasi perdagangan, pertanian, dan paket untuk negara-negara kurang berkembang (Least Developed Countries/LDCs),” katanya.

Sementara itu, isu dikedepankan oleh Duta Besar Froman adalah tindak lanjut konsultasi AS dan Selandia Baru mengenai ketentuan impor hortikultura dan impor hewan dan produk hewan yang telah dilakukan di Jakarta pada 23 September 2013 lalu.

Untuk isu ini, Mendag Gita menyatakan bahwa Indonesia telah banyak melakukan perubahan terhadap kebijakan dan implementasi kebijakannya.

“Arah kebijakan kini lebih transparan, prosedur lebih sederhana, tidak ada pembatasan kuota, dan terbuka untuk setiap pelaku bisnis. Kami berharap pemerintah AS dapat mempertimbangkan perkembangan upaya perbaikan yang sudah dilakukan Indonesia,” tambahnya. (olo) 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Powered by sweet Captcha