Home Breaking News Apartemen Green Pramuka “Terlalu!” Acho Curhat Dipolisikan!

Apartemen Green Pramuka “Terlalu!” Acho Curhat Dipolisikan!

236
Muhadkly MT Acho artis stand up comedy.

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Kasus yang dialami artis stand-up comedy, Muhadkly MT alias Acho, makin runcing. Dia sudah dilaporkan oleh pemilik apartemen, tempat dia tinggal ke polisi pasca dia curhat tentang apartemennya.

Lantas apa kata warga? “Gonjang- ganjing dan Arogan. Kalau boleh ambil istilah Bang Haji Rhoma Irama, Terlalu! Itu pemilik apartemen bikin gonjang ganjing dan arogan,” ujar Kiki, fans sang pelawak tersebut, Minggu (6/8/2017).

Senada dikatakan Bery, warga Jakarta. “Masasih klo ada yang kurang baik trus dia curhat langsung dipolisikan? Kan dia juga curhat di blog pribadinya. Berarti itu wilayah privat dong. Mustinya pemilik apartemen itu intropeksi diri, benarin tuh fasilitas dan pelayanan kepada konsumen. Bukan melapor kepada polisi. Nah, harusnya Muhadkly MT alias Acho, juga lapor balik tuh orang. Pakau UU No.8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen,” tegasnya.

Terpisah, Ketua Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi juga mengakui tidak melihat potensi pelanggaran terkait curhat Muhadkly MT alias Acho, sebagai pembeli Apartemen Green Pramuka. Karena celotehan Acho itu haknya sendiri sebagai penghuni apartemen itu.

“Konsumen menulisnya di media sosial karena dipandang pengaduan-pengaduan serupa sudah mampet, tidak mendapatkan respons memadai dari pihak manajemen Green Pramuka,” ujar Tulus dalam siaran persenya Minggu (6/8/2017).

Tulus memastikan, pengaduan serupa sudah banyak diungkapkan konsumen, termasuk pengaduan konsumen ke YLKI. Apa yang dilakukan Acho, sudah sesuai haknya diatur Undang-Undang Perlindungan Konsumen.

Bahwa konsumen berhak didengar pendapat dan keluhannya sesuai Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999, Pasal 4 tentang Perlindungan Konsumen.

Tulus menuturkan konsumen boleh menyampaikan keluhan dan pendapatnya lewat media massa atau media sosial asalkan apa yang disampaikan adalah fakta dan hukumnya sudah jelas, bukan fiktif (hoax) yang berpotensi fitnah. Menurut Tulus, tindakan pengembang Green Pramuka kepada konsumen merupakan tindakan yang berlebihan dan cenderung arogan.

YLKI mengecam segala bentuk kriminalisasi oleh pengembang yang bertujuan untuk membungkam konsumen. YLKI juga mengritik polisi yang bertindak cepat jika yang mengadu adalah pihak pengembang, tapi bertindak lamban jika yang mengadu masyarakat. Menurut Tulus, apa yang dilakukan Acho merupakan puncak gunung es.

“Pengaduan serupa banyak sekali, di lokasi yang berbeda. Pengaduan penghuni apartemen dan perumahan, menduduki rangking kedua (18 persen) dari total pengaduan di YLKI,” pungkas Tulus. (adams)

Komentar

Komentar