Home KESRA kesehatan Apa yang Wajib Dilakukan Ketika Turun Peranakan Saat Hamil

Apa yang Wajib Dilakukan Ketika Turun Peranakan Saat Hamil

59
Foto: Saat Cynthia Hamil (istimewa)

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Katanya, turun perakan bisa bikin sulit hamil. Tidak kuatnya rahim untuk tetap pada posisinya akan membuat janin sulit tumbuh dan berkembang. Sebenarnya, apa sih turun peranakan itu? Mengapa hal ini bisa terjadi? Bagaimana jika kondisi ini terjadi ketika sedang hamil?

Seperti dijelaskan hello sehat, turun peranakan adalah kondisi di mana rahim turun dari tempat seharusnya, sehingga sampai menonjol keluar vagina. Dalam bahasa medis, kondisi ini disebut prolaps uteri. Prolaps uteri bisa dialami oleh wanita dalam berbagai usia, tapi lebih sering terjadi pada wanita yang telah menopause dan pernah melahirkan normal.

Dalam keadaan normal, rahim ditunjang oleh otot-otot pangul serta ligamen di sekitarnya, sehingga dapat bertahan pada posisinya. Namun, karena beberapa hal, otot-otot sekitar rahim melemah dan tak kuat lagi menahan rahim. Saat itu terjadi, rahim akan turun ke vagina.

Apa saja tanda dan gejala dari turun peranakan?

Turun peranakan ada yang kasusnya ringan hingga serius. Biasanya, turun peranakan ringan tidak memerlukan pengobatan dan tak menunjukkan gejala apa pun. Dalam kondisi ini, rahim Anda tetap berada di posisinya, tapi otot-otot sudah tidak sekuat awalnya.

Untuk kasus yang sedang hingga berat, maka akan muncul beberapa gejala serta tanda seperti:

– Sakit pada bagian punggung hingga pinggang belakang
– Kesulitan untuk jalan
– Merasa tertekan di bagian panggul, apalagi dalam posisi duduk
– Merasa nyeri saat berhubungan seksual
– Merasa ada yang mau keluar dari lubang vagina
– Memiliki masalah ketika sedang buang air kecil

Bagaimana kalau turun peranakan saat hamil?

Sebenarnya, turun peranakan saat hamil itu jarang terjadi. Meski begitu, kondisi ini bisa menimbulkan berbagai gangguan yang membahayakan bagi kesehatan janin maupun ibu. Gangguan tersebut yaitu:

– Infeksi leher rahim
– Keguguran
– Kelahiran prematur
– Infeksi saluran kencing pada ibu

Turunnya rahim ketika masa kehamilan, akan membuat rahim beserta isinya (yaitu janin) akan jatuh ke bagian mulut vagina dan hal ini yang kemudian menyebabkan kelahiran prematur bahkan keguguran.

Maka dari itu, jika Anda mengalami gejala-gejala yang telah disebutkan sebelumnya, lebih baik segera periksakan diri ke dokter. Jangan lupa juga untuk memeriksakan kandungan Anda secara berkala, untuk membantu perkembangan serta kesehatan janin.

Bila Anda merencanakan kehamilan kembali setelah melahirkan sebelumnya, maka sebaiknya konsultasikan dulu dengan dokter Anda. Tanyakan risiko dan peluang kehamilan tersebut. Pasalnya, bukan tidak mungkin Anda akan bisa hamil dan memiliki anak di kemudian hari dengan kondisi seperti ini. Akan tetapi, kembali lagi dengan kondisi masing-masing ibu.

Bagaimana cara mengatasi turun peranakan saat hamil?

Pada kasus rahim lemah yang berat, maka tindakan medis yang biasanya diambil untuk mengatasi hal ini adalah operasi. Operasi yang dilakukan bertujuan untuk menempatkan kembali rahim ke posisi yang sebenarnya dan memperbaiki otot serta ligamen sekitar rahim agar bisa terikat kembali.

Namun, pada kasus yang tidak parah maka turun peranakan dapat diatasi dengan cara lain, seperti:

– Menurunkan berat badan agar panggul tidak begitu tertekan
– Menghindari mengangkat beban berat
– Melakukan senam Kegel
– Melakukan terapi hormon estrogen
– Jangan berdiri kelamaan saat hamil
– Jangan berjongkok

Untuk mengetahui mana pengobatan yang sesuai dengan kondisi Anda, maka sebaiknya diskusikan kembali dengan dokter kandungan yang menangani Anda.

Pada beberapa kasus, turun peranakan biasanya akan membaik sendiri beberapa bulan setelah melahirkan atau setelah berhenti menyusui. (*)

image_pdfimage_print

Komentar

Komentar