Home Breaking News AP II dan Garuda Indonesia Siap Operasikan Terminal 3

AP II dan Garuda Indonesia Siap Operasikan Terminal 3

147
Wapres Jusuf Kalla didampingi Menhub blusukan ke Terminal 3 Ulimate bandara Soekarno-Hatta. Foto Humas Garuda Indonesia.

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Garuda Indonesia dan PT Angkasa Pura II (Persero/ AP II) siap layanan penerbangan internasional dari dan ke Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng mulai 1 Mei 2017 Pkl 00.01 WIB.

“Setelah menyelesaikan simulasi kelayakan operasional,” ujar Head of Corporate Secretary & Legal PT Angkasa Pura II (Persero), Agus Haryadi dalam pesan tertulis diterima citraindonesia.com, Jumat (21/4/2017) di Jakarta.

Sebelumnya, Kementerian Perhubungan RI menyebutkan Terminal 3 dapat melayani penerbangan internasional setelah verifikasi administrasi dan teknis serta evaluasi simulasi operasi pelayanan dan kesisteman.

Adapun simulasi sudah digelar beberapa kali oleh PT Angkasa Pura II (Persero) pengelola Bandara Soekarno-Hatta dan maskapai Garuda Indonesia, baik yang melibatkan penumpang maupun operasional pesawat.

Simulasi yang melibatkan penumpang khususnya terkait dengan arus penumpang atau passenger flow mulai dari penumpang tiba di gate keberangkatan hingga proses naik pesawat serta sebaliknya mulai dari pesawat mendarat hingga penumpang menuju gate kedatangan.

Sementara itu simulasi operasional pesawat ditekankan kepada pergerakan pesawat di apron T3 Internasional.

Juga simulasi fasilitas-fasilitas di Terminal 3 Internasional yang menunjang terpenuhinya aspek pelayanan, keamanan, dan keselamatan terhadap penumpang serta pengunjung bandara.

Mendukung operasional penerbangan internasional, Terminal 3 dilengkapi sejumlah fasilitas seperti 64 konter imigrasi (masing-masing 32 konter untuk keberangkatan dan kedatangan), 30 autogate imigrasi (masing-masing 15 autogate untuk keberangkatan dan kedatangan), lalu 6 titik baggage claim, kemudian 6 garbarata, dan gedung parkir untuk mobil dan sepeda motor total kapasitas sebanyak 1.200 kendaraan.

“Terminal 3, baik itu di area internasional atau domestik, tidak hanya dirancang untuk tempat naik dan turun pesawat saja tetapi lebih dari itu yakni dapat menjadi seperti layaknya sebuah pusat perbelanjaan yang menyediakan berbagai kebutuhan mulai dari bioskop, makanan dan minuman, dan lain sebagainya. Total area komersial di Terminal 3 cukup luas yakni mencapai 45.924 m2 berkonsep walkthrough shop system dengan tenant-tenant ternama. Terminal 3 ini nantinya juga akan terkoneksi dengan Skytrain, moda transportasi kereta tanpa pengemudi guna memudahkan perpindahan penumpang ke T1, T2, T3, serta stasiun kereta bandara,” jelas Agus Haryadi.

Sementara itu, VP Corporate Communications Garuda Indonesia Benny S. Butarbutar mengatakan, “Dengan perpindahan operasional penerbangan internasional dari Terminal 2 ke Terminal 3, Garuda berharap pengguna jasa penerbangan internasional dapat menikmati peningkatan fasilitas dan standar pelayanan bintang lima yang Garuda Indonesia berikan melalui terminal baru berkapasitas total 25 juta penumpang tersebut.”

Garuda Indonesia telah melaksanakan beberapa uji coba operasional yang melibatkan seluruh unit pelayanan di bandara untuk memastikan semua aspek keselamatan dan keamanan penerbangan serta pelayanan penumpang berjalan sesuai standar dan prosedur.

Garuda Indonesia juga telah berkoordinasi dengan AP II khususnya terkait aspek IT & back office readiness, electricity hingga aspek facility readiness. Garuda Indonesia juga telah melakukan rekonsialisasi standar keamanan penerbangan yang mengacu regulasi dan kebijakan Department For Transport (DTF) di Inggris.

“Sesuai dengan arahan dan kesepakatan bersama AP II dan Kementerian Perhubungan, Garuda Indonesia juga telah melakukan proses sosialisasi dan finalisasi layanan teknis di Terminal 3 dimulai dari pertengahan April ini. Kami juga secara aktif telah berkoordinasi dengan IATA hingga SkyTeam terkait sosialiasi layanan di terminal 3 nantinya,” kata Benny.

“Kelancaran proses persiapan perpindahan tidak terlepas dari dukungan dan kerjasama yang baik dari Kementerian Perhubungan dan PT Angkasa Pura II (Persero). Garuda Indonesia, Kementerian Perhubungan, AP II sama-sama mendasari pengoperasian Terminal 3 kepada faktor-faktor yang menyangkut keamanan, keselamatan dan juga kenyamanan penumpang sebagai hal yang bersifat mandatory,” tambah Benny. (olo)

Komentar

Komentar