Home Breaking News Anak Hirup Polusi Udara IQ-nya Jongkok

Anak Hirup Polusi Udara IQ-nya Jongkok

40
Petugas bandara memberikan aba-aba kepada pesawat yang akan take off di antara kabut asap. (Foto: Duajurai)

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Sedikitnya tujuh belas juta orang bayi di bawah usia satu tengah menghirup udara beracun.

“Mengganggu perkembangan otak mereka,” kata badan PBB untuk anak-anak telah memperingatkan seluruh dunia agar menjaga lingkungan dan pencemaran udara.

Bayi di Asia Selatan yang terkena dampak terburuk, lebih dari 12 juta anak, orang tuanya tinggal di daerah dengan polusi enam kali lipat lebih tinggi dari tingkat yang aman untuk dihuni manusia.

“Selanjutnya masih ada 4 juta orang lagi yang beresiko tinggi di Asia Timur dan Pasifik,” tambah¬†Unicef.

Menurut Unicef, bayi menghirup polusi udara partikulat dapat merusak jaringan otak dan merusak perkembangan kognitif.

Laporannya mengatakan ada link ke “IQ verbal dan non-verbal serta memori.

“Penyakit itu membuat nilai ujian berkurang, rata-rata indeks prestasi di kalangan anak-anak sekolah, serta masalah perilaku neurologis lainnya sebagai efek pulusi udara kotor, itu berlangsung seumur hidup,” katanya.

“Karena semakin banyak dari urbanises dunia, dan tanpa perlindungan yang memadai dan langkah-langkah pengurangan polusi, maka akan lebih banyak anak beresiko di tahun-tahun mendatang,” kata Unicef.

Unicef meminta agar masyarakat di wilayah itu menggunakan masker wajah secara massive untuk penyaringan udara.

“Orang tua jangan membawa anak-anaknya berjalan- jalan selama polusi udara melonjak. Sayangi diri dan anak Anda,” pungkasnya.

 

image_pdfimage_print

Komentar

Komentar