Home Breaking News Amran Sulaiman Yakinkan Presiden Jokowi Bahwa Indonesia Tidak Paceklik

Amran Sulaiman Yakinkan Presiden Jokowi Bahwa Indonesia Tidak Paceklik

213
Mentan Andi Amran Sulaiman tampak sumringan saat Panen Raya dan Peluncuran Kartu Tani Indonesia bersama Menteri BUMN Rini Soemarno (tengah), Mendes PDT Eko dan Wagub Jabar Deddy Mizwar di Ciamis 9 Oktober 2017.

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, meyakinkan Presiden Joko Widodo, bahwa  masyarakat Indonesia tidak akan meresakan yang namanya paceklik meski di tengah musim kemarau panjang ini.  Jaminan itu menyusul target hasil Panen Padi musim ke-3 Oktober- Desember 2017 mencapai 1 juta ha per bulan itu setara dengan 3 juta ton Beras per bulan. Jadi dijamin tidak terjadi paceklik.

“Kunci agar tidak paceklik adalah kita menanam satu juta hektare, pada Juli, Agustus, September. Di mana 70 tahun yang lalu itu sampai 2014, hanya tanam 50 persen, yaitu 500 ribu hektare saat Juli, Agustus, dan September,” kata Amran saat panen padi bersama Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno, dan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo di Desa Medanglayang, Ciamis, Senin (9/10/2017).

Amran mengungkapkan berdasarkan data BPS, kebutuhan beras nasional per bulan 2,40 juta ton. Karena itu, sebanyak 3 juta ton beras per bulan itu mampu menjamin stok dan kebutuhan beras bahkan bisa surplus 600 ribu ton.

“Logikanya adalah kalau 1 juta hektar dikali 6 ton per hektare diperoleh 6 juta ton gabah. Dibagi dua, jadi 3 juta ton beras. Kebutuhan kita 2,4 juta dan berarti surplus. Ini adalah panen ketiga kita. Kita mulai panen Oktober, November, dan Desember. Jadi tidak ada paceklik,” paparnya.

Upaya meningkatkan produksi padi dengan menanam dua kali lipat dan melalui penggunaan alat mesin pertanian, pompanisasi dan alat musim pertanian juga diharapkan bisa mempercepat tanam dan masa panen padi.

“Yang terpenting sekarang sudah hujan. Kalau sudah hujan, kita sudah tanam. Artinya, nanti Januari sudah bisa panen yang lebih besar lagi. Kita bersyukur, hujannya datang,” kata Amran berharap.

Untuk diketahui, berdasarkan informasi di laman Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sebagian wilayah Indonesia berpotensi hujan, antara lain di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Bengkulu, Jambi, Lampung, Jawa Barat, DIY, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTB, NTB, Maluku, Maluku Utara, semua wilayah Sulawesi, Papua Barat dan Papua.

Amran menambahkan, kondisi stok beras di Badan Urusan Logistik (Bulog) saat ini mencapai 1,52 juta ton. Stok ini mampu memenuhi kebutuhan beras hingga tujuh bulan ke depan yakni April 2018.

“Kemudian, bulan Februari hingga April 2018 akan berlangsung panen raya padi, sehingga ketersediaan beras bertambah,” tuturnya.

Hadir pada panen padi ini Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar, Aster Kasdam III/Siliwangi kepada Kolonel Inf Adri Koesdyanto, Kolonel Inf Joko Hadi Susilo, Bupati Ciamis Iing Syam Airifn, Kabid Fisik dan Sarana Bappeda Ciamis Asep Khalid Fajari.

Sebelumnya, dalam menjaga stabilitas pangan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingkatkan kepada jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), jaga mekanisme pasar, sehingga harga pangan tetap stabil.

“Harus ada kalkulasi, harus ada hitung-hitungan karena pangan ini menjadi kunci bagi rakyat. Kalau harga pangan naik akan ada keguncangan sosial,” kata Jokowi saat memberikan arahan pada apel para Kepala Satuan Wilayah (Kasatwil) Polri 2017 yang digelar di kompleks Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang, Jawa Tengah, Senin (9/10/2017). (pemi/olo)

image_pdfimage_print

Komentar

Komentar