Home Breaking News Amran Berhasil Turunkan Volume Impor Jagung Hingga 66 Persen

Amran Berhasil Turunkan Volume Impor Jagung Hingga 66 Persen

685
Tampak Presiden Joko Widodo tengah mendengarkan penjelasan dari Mentan Andi Amran Sulaiman di tangah padi siap panen. Foto Humas Kementan.

PANDEGLANG, CITRAINDONESIA.COM- Kementerian Pertanian berhasil menurunkan volume importasi Jagung hingga 66 persen, atau setara 3 Juta Ton selama 2 Tahun terakhir. Itu sedikit gambaran kinerja Amran Sulaiman sejak menjadi Menteri Kabinet Kerja Jokowi- JK dua tahun lalu.

“Sesuai instruksi bapak presiden (Jokowi), pemerintah diharuskan hadir di tengah masyarakat memenuhi kebutuhan mereka dan jangan dibiarkan mereka sendiri,” kata Amran Sulaiman Menteri Pertanian di Pandeglang, Rabu (29/3/2017).

Jauh sebelumnya, negeri tercinta ini yang katanya “tanah surga- tongkat kayu dan batu jadi tanaman” adalah negara ketergantungan impor komoditas pangan. Sebut saja Jagung, Beras, Daging, Bawang, Cabai, Buah, Sayuran dan lainnya.

Namun seiring berjalannya waktu, kondisi ketergantungan itu kian bekurang signifikan. Diharapkan tren ini bisa berkelanjutan – hingga lepas “jarum suntik” importasi komoditas pangan itu. “Kita patut malu sebagai bekas negara agraris dan lumbung pangan Asia era orde baru”

Sejatinya, sebagai bangsa, kita ini semangatnya harus sama, yakni “Maju Tak Gentar”. Sehingga beban negara ini tidak cuma di pundak pejabat saja. Lagi pula yang

Untung saja, Amran Sulaiman dan timnya ibarat tak kenal lelah siang dan malam dalam menggerakkan tren perkembangan sektor pertanian rakyat, dikobarkan sejak dia menerima mandat dari Presiden Jokowi sebagai Menteri Pertanian RI.

Begitu Amran Sulaiman. Dia tak seperti kebanyakan Menteri Pertanian pada era sebelumnya, gemar di ruang AC.

Keseharian Amran ini dari kaca citraindonesia.com, tampak gemar keluar kampung dan kemudian masuk lagi, terus ke kampung lainnya lagi hingga nyebur lumpur di tengah sawah.

Namun dia tidak canggung apalagi gengsi- meski capek. Hasilnya memang “alhamdulillah” kian terasa bagi kita. Itu bisa sebagai penambah vitalitas baginya serta tim.

Dan bukti kinerjanya sudah tercatat dalam lembaran kita hingga lembaran negara. Bahwa Beras kita sudah ekspor loh, walau angkanya masih sangat minim dan perlu terus ditingkatkan. Jagung juga segera ekspor, dan Malaysia sudah siap tampung, hebring.

Tapi ingat! Dulunya kita impor melulu, kita lapar tanpa impor, jadikan itu sebagai sejarah kelam sektor agro pangan kita.

Maka dalam mengejar target swasembada sebagaimana amanat Presiden Jokowi, tak salah bila kemudian,  Amran Sulaiman berharap dan bahkan meminta kepada seluruh aparat negara yaa TNI- Polri, Gubernur, Bupati dan hingga aparat Pemda di Desa, termasuk Provinsi Banten untuk dapat bahu-membahu mendorong peningkatan produksi komoditas pertanian rakyat termasuk Jagung demi mengguyur pasokannya ke pasar nasional dan khususnya Jakarta.

Menteri berdarah Bugis Makassar itu juga sudah meminta Perum Bulog untuk menyerap seluruh komoditas hasil pertanian rakyat dengan harga pembelian sesuai HPP, Beras Rp3700/Kg dan jagung Rp2700/Kg.

“Nantinya harga Jagung Pipil Basah akan tetap sesuai Perpres yang sudah ada sebelumnya di angka Rp2.700/kg,” jelas Amran yang lentas disambut baik Bupati Pandeglang Irna Narulita.

“Di Kabupaten Pandeglang bukan hanya ada komoditas Gabah, ada juga Jagung,” papar Irna.

Irna pun tak luput meminta para petani Pandeglang membantu pemerintah mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan di Indonesia. (Ning/olo)

Komentar

Komentar