Home Breaking News Alasan Facebook Luncurkan Video Privasi

Alasan Facebook Luncurkan Video Privasi

91
Aplikasi Facebook dapat diakses melalui komputer dan smartphone. (Foto: Gizbot)

BRUSSELS, CITRAINDONESIA.COM- Facebook Senin (29/1/2018), resmi meluncurkan video privasi pemilik akun kali pertama juga video pendidikan membantu pengguna mengendalikan siapa yang berhak memiliki akses terhadap informasi mereka.

‘Penting agar Anda memiliki pilihan mengenai bagaimana data Anda digunakan’, ujar¬†Erin Egan, Kepala Privasi Facebook, dalam posting blog. Ini upaya menghadapi undang-undang perlindungan data UE yang baru.

Video tersebut menunjukkan kepada pengguna bagaimana cara mengatur data yang digunakan Facebook untuk menampilkan iklan kepada mereka, bagaimana menghapus posting lama, dan apa yang terjadi pada data saat mereka menghapus akun mereka.

Facebook, memiliki lebih 2 miliar pengguna di seluruh dunia, mengatakan bahwa mereka belum pernah menerbitkan prinsip-prinsip tersebut, yang merupakan peraturan tentang bagaimana perusahaan menangani informasi pengguna.

Sekedar tahu, Peraturan Perlindungan Data Umum Uni Eropa (GDPR) mulai berlaku pada 25 Mei 2018, menandai perombakan peraturan privasi data pribadi sejak lahirnya internet.

Di bawah GDPR, perusahaan diharuskan melaporkan pelanggaran data dalam waktu 72 jam, juga memungkinkan pelanggan mengekspor datanya dan menghapusnya.

Prinsip privasi Facebook, yang terpisah dari persyaratan dan ketentuan pengguna disetujui saat seseorang membuka akun, mulai dari memberi pengguna kontrol privasi mereka, hingga membangun fitur privasi ke produk Facebook sejak awal, kepada pengguna yang memiliki informasi yang mereka bagi.

‘Kami menyadari bahwa orang menggunakan Facebook untuk terhubung, namun tidak semua orang ingin berbagi segalanya dengan semua orang – termasuk bersama kami’, tulis Egan.

Chief Operating Officer perusahaan Sheryl Sandberg mengumumkan pekan lalu, Facebook akan menciptakan sebuah pusat privasi baru yang akan menempatkan pengaturan privasi kunci jaringan sosial di satu tempat.

GDPR secara drastis meningkatkan tingkat denda bagi perusahaan yang terbukti melanggar undang-undang perlindungan data, berpotensi naik setinggi 4 persen dari omset tahunan global atau 20 juta euro, mana yang lebih tinggi.

Facebook telah menghadapi probe dari regulator UE karena penggunaan data pengguna dan pelacakan aktivitas online.

Pada hari Senin, pengguna akan diingatkan oleh News Feeds mereka untuk melakukan ‘pemeriksaan privasi’, tulis Egan di blognya, untuk memastikan mereka merasa nyaman dengan data apa yang mereka bagikan, dan dengan siapa. (oca)

image_pdfimage_print

Komentar

Komentar