Home Breaking News Aku Ora Iso Mikir!

Aku Ora Iso Mikir!

248
Marzuki Usman, Mentan Menteri Kehutanan Era Presiden GusDur. Foto olo.

Aku Ora Iso Mikir !

Oleh : Marzuki Usman

Alkisah di zaman bahari, ada suatu kerajaan yang lagi berjaya. Rakyatnya pada kaya semua, kota-kotanya pada indah berseri. Dan, manusia sedunia sangat merindukan untuk menghabiskan hari liburnya di kota-kota di kerajaan itu.

Semua kemakmuran dan kehebatan itu adalah hasil kerja dari raja-raja sebelumnya. Raja-raja itu pada memiliki mimpi indah tentang masa depan kerajaannya. Mereka mengkelola sumber daya alam seperti bahan tambang: batu bara, biji besi, emas, perak, nikel, dan sebagainya secara effisien dan effektif, alias selalu bertepat guna dan berdaya guna. Hal ini berarti ekonomi dari kerajaan itu tidak ada pemborosan (waste) dan kebocoran (leakages) dari pemanfaatan sumber daya alam.

Disamping itu sumber daya manusianya pada terlatih, alias terampil dan professional. Akibatnya produk barang dan jasa dari kerajaan itu selalu memimpin trend, alias trend setter. Jadi selalu produk barang dan jasanya, yang menentukan arah konsumsi manusia dimasa mendatang. Akibatnya ekspor kerajaan itu selalu meningkat, sehingga hasil akhirnya, cadangan devisa kerajaan itu juga semakin meningkat. Lebih jauh, akibatnya mata uang kerajaan itu semakin menjadi kuat dan keras, hingga menjadi mata uang dunia.

Dan, sampailah saatnya kepada pergantian kekuasaan dari raja yang sudah tua dan renta, kepada raja yang masih muda dan penuh energi. Hanya sangat disayangkan bahwa kemudaan dan keenergian raja muda itu lebih banyak kepada konsumsi semata-mata. Raja muda ini sangat senang sekali berpesta pora dengan menyantap makanan yang mahal dan meminum-minuman keras yang memabokan.

Raja muda ini lupa untuk mensyukuri nikmat kekayaan alam yang melimpah ruah, serta lupa memanfaatkan sumber daya manusianya secara optimal dan maksimal. Akibatnya terjadilah kemerosotan dari Produksi Domestik Bruto, dan tingkat inflasi yang menaik, dibarengi juga dengan tingkat pengangguran yang semakin menaik pula. Akibatnya di kerajaan itu terjadilah dengan apa yang disebut oleh para ekonom dengan istilah stagflation. Yaitu stagnasi, dalam arti produk barang dan jasa semakin mengkerut, yang juga dibarengi dengan tingkat kenaikan harga atau inflasi yang semakin meroket. Tingkat inflasi ini semula menaik secara merangkak, yakni dari satu digit, dan telah menjadi tiga digit, alias telah memasuki apa yang dikenal dengan nama hyper-inflation.

Keadaan di kerajaan ini semakin kacau balau dan carut marut. Dimana – mana orang pada antri hanya untuk mendapat beberapa liter Bahan Bakar Minyak (BBM). Dan, juga pada antri untuk membeli beras murah, dan sebagainya. Dan orang-orang sudah mulai demo dimana-mana disetiap kota di kerajaan itu.

Dan, anehnya si raja muda masih tetap terlena didalam menikmati makanan-makanan yang mahal serta minum-minuman anggur yang memabokan. Dan, ketika perdana menteri mau melapor tentang keadaan kerajaan yang semakin gawat. Si raja muda hanya berujar, “Aku Ora Iso Mikir!” Silahkan menjauh ya! Si Perdana Menteri, hanya bisa garuk kepala yang tidak gatal.

Makin lama semakin suramlah masa depan kerajaan itu. Dan, itu pula yang diharapkan oleh kerajaan adi kuasa tetangga yang lagi naik daun. Kerajaan adi kuasa ini tinggal menghitung hari menanti, kapan, akhirnya wilayah kerajaan yang lagi terpuruk itu dapat dicaplok oleh kerajaan adi kuasa ?

Menurut penulis, cerita kerajaan dimasa bahari ini, patut juga kita cermati agar Indonesia tidak akan mengalami nasib yang sama seperti kerajaan tersebut diatas. Penulis yakin, rakyat Indonesia dengan pemerintah yang bijaksana, insya Allah akan bisa menjayakan Indonesia selamanya . Semogalah ?

Dan, anehnya si raja muda masih tetap terlena didalam menikmati makanan-makanan yang mahal serta minum-minuman anggur yang memabokan. Dan, ketika perdana menteri mau melapor tentang keadaan kerajaan yang semakin gawat. Si raja muda hanya berujar, “Aku Ora Iso Mikir!” Silahkan menjauh ya! Si Perdana Menteri, hanya bisa garuk kepala yang tidak gatal.

Makin lama semakin suramlah masa depan kerajaan itu. Dan, itu pula yang diharapkan oleh kerajaan adi kuasa tetangga yang lagi naik daun. Kerajaan adi kuasa ini tinggal menghitung hari menanti, kapan, akhirnya wilayah kerajaan yang lagi terpuruk itu dapat dicaplok oleh kerajaan adi kuasa ?

Menurut penulis, cerita kerajaan dimasa bahari ini, patut juga kita cermati agar Indonesia tidak akan mengalami nasib yang sama seperti kerajaan tersebut diatas. Penulis yakin, rakyat Indonesia dengan pemerintah yang bijaksana, insya Allah akan bisa menjayakan Indonesia selamanya . Semogalah ?

 

image_pdfimage_print

Komentar

Komentar