Home SPORT Aksi Bikot Warnai Olimpiade di Pyeongchang 2018

Aksi Bikot Warnai Olimpiade di Pyeongchang 2018

190
Olimpiade 2018 Pyeongchang Korea Selatan. reuters

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Aksi boikot terhadap pelaksanaan Olimpiade Musim Dingin Februari di Korea Selatan tahun 2018 akan “merusak atlet”, kata Presiden World Anti-Doping Agency (Wada) Sir Craig Reedie.

Wada mengatakan pada Kamis (16/11/2017) bahwa Rusia tetap tidak patuh dengan kodenya yang anti doping.

Akan tetapi sebelumnya telah diklaim bahwa Presiden Vladimir Putin tidak akan mengizinkan mereka melakukan aksi boikot itu.

“Boikot, menurut saya, tidak pernah benar-benar bekerja. Yang mereka lakukan hanyalah merusak atlet,” kata Reedie kepada BBC Sport.

“Pergerakan Olimpiade diganggu dengan boikot 20- 25 tahun yang lalu dan telah mengatasi masalah itu. Saya berharap orang-orang datang dan berkompetisi.”

Komite Olimpiade Internasional (IOC) akan membuat keputusan akhir mengenai partisipasi Rusia di Pyeongchang, Korea Selatan dari 9-25 Februari, juga untuk pertemuan dewan berikutnya dari 5-7 Desember.

Tahun lalu, sebuah laporan independen yang ditugaskan oleh Wada menemukan bukti doping yang disponsori negara di negara ini.

Sementara itu Presiden Komite Olimpiade Rusia, Alexander Zhukov, mengatakan pada September memperkirakan negara tersebut memiliki tim Olimpiade Musim Dingin.

“Kami menerima kenyataan bahwa sistem anti-doping nasional kami telah gagal [namun] kami benar-benar menolak sistem doping yang disponsori negara,” kata Zhukov, yang menambahkan pengakuan tanpa syarat atas laporan McLaren itu “tidak mungkin”.

Menteri Olahraga Pavel Kolobkov mengatakan bahwa kriteria untuk dipulihkan kembali memiliki “karakter politik”. (bbc/oca)

image_pdfimage_print

Komentar

Komentar