Home Breaking News Airlangga: Investment Allowance Furniture Segera Dibahas!

Airlangga: Investment Allowance Furniture Segera Dibahas!

4442
Tampak Jokowi didampingi Menperin Airlangga Hartarto serta AMKRI mengamati produk furniture pada pemeran IFEK 2017 di JCC, Sabtu (11/3/2017).

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto memastikan segera pembahas Investment allowance sektor furniture, dengan Kementerian Keuangan RI agar ektor ini mendapatkan pemotongan pajak penghasilan (PPh).

“Investment allowance yang diwujudkan pada diskon PPh ini digunakan untuk ekspansi usaha, jadi lapangan kerja meningkat, bukan untuk deviden,” ujarnya pada pembukaan Indonesia International Furniture Expo (IFEX) 2017 di Jakarta, Sabtu (11/3/2017).

Sekedar tahu, bahwa pameran furniture ini dibuka secara resmi oleh Presiden Joko Widodo.

Mendorong daya saing melawan produk impor, Airlangga minta pelaku usaha berinovasi membuatnya dengan apik berbasis lifestyle.

“Ada tiga faktor penting yang menentukan pengembangannya, yakni modal, teknologi, dan sumber daya manusia (SDM). Untuk mengembangkan SDM, Kementerian Perindustrian memfasilitasi pengembangan pendidikan vokasi melalui pembangunan politeknik khusus furniture tahun ini di Semarang,” ujarnya.

Supaya industri kompetitif di pasar global, hasilkan produk-produk memiliki nilai tambah tinggi, memanfaatkan sumber daya alam lokal, dan ramah lingkungan.

“Indonesia punya banyak bahan bakunya dan kaya akan budaya. Ini menjadi potensi yang kuat bagi kita,” tegasnya.

Pemerintah pun mendukung penuh industri furnitur dan kerajinan padat karya berorientasi ekspor. Selama ini menyerap lebih dari 500 ribu tenaga kerja.

“Kami menargetkan nilai ekspor mebel tahun ini sebesar USD2 miliar dan pada tahun 2020 mencapai USD5 miliar. Tujuan ekspor utama Indonesia adalah AS, Jepang dan Eropa Barat,” ungkapnya.

Ketua Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (Himki) Soenoto menyampaikan optimismenya pameran jadi benchmark pengembangan industri furnitur dan kerajinan Indonesia dengan negara-negara lain.

“IFEX diharapkan menjadi ajang memperkenalkan produk-produk unggulan Indonesia kepada pembeli internasional sekaligus meningkatkan penetrasi pasar ekspor,” tuturnya.

Tahun ini, IFEX menargetkan 10 ribu pengunjung baik dari domestik maupun mancanegara. Hingga akhir Februari 2017, telah tercatat 5.665 pembeli potensial, yang terdiri sekitar 3.131 pembeli dari 91 negara dan sisanya asal Indonesia.

“Pendaftaran buyers terbanyak dari AS, Australia, Tiongkok, India, Singapura, Malaysia, Hong Kong, New Zealand, Perancis, Jerman, dan Kanada,” sebutnya.

IFEX 2017 dibuka Presiden Joko Widodo didampingi Menteri Perindustrian  Airlangga Hartarto, Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf dan Ketua Himki Soenoto. (friz)

Komentar

Komentar