Home Breaking News Air Mata Bahagia, Si Kembar Siam Berhasil Dipisahkan!

Air Mata Bahagia, Si Kembar Siam Berhasil Dipisahkan!

457
Si Kembar siam ini berhasil dipisahkan kepalanya oleh tim dokter.

TEMANS…… apa yang terbersit dalam nalar Anda ketika melihat anaknya terlahir seperti ini, kembar dan lengket antara satu sama lain. Pastinya barangkali mengucap Istigfar dan berpasrah diri kepada Illahi Robby.

Lantas akan muncul dalam benak untuk konsultasi dengan tim dokter untuk memisahkannya. Pun muncul pula rasa was- was karena masalah keuangan untuk biaya operasinya di rumah sakit, yang tentunya makan uang besar. Bisa jual kambing dan kebun warisan ortu.

Tapi itu semua akan berakhir bahagia ketika tim dokter berhasil membedah memisahkan keduanya yang menyatu sejak mereka dilahirkan kedua fana ini?

Kembar siam.

“Barang kali Anda sepakat dengan saya, mengucapkan syukur Alhamdulillah kepadaMU ya Allah yang telah sempurnakan anakku ya Allah”. “Pikirku.. alangkah perihnya perasaan anakku nanti ketika dia besar diejek teman- temannya?” itu kegundahanku setiap aku usai membaca doa usai shalat, di mana hati kecilku terus meronta untuk membawa titipan Allah ini ke dokter untuk dioperasi.

Karena aku percaya. Bahwa seperti kata orang bijak, di mana ada kemauan di situ ada jalan atas petunjuk Tuhan. “Alhasil mimpiku terjawab. Di mana dokter berhasil memisahkan anakku. Gumamku, di tangan para dokter yang mengoperasi anak ini ada campur tangan Allah- air mata bahagia deras bercucuran, andai aku orang tua si- kembar siam”.

Bayangkan, kemampuan teknologi medic temasuh bedah sekarang sudah mumpuni. Barangkali boleh kita bilang “hanya nyawa baru yang tak bisa dibuat para dokter ahli di bidangnya.

Bahwa banyak yang sukses tim medis memisahkan kepala anak, termasuk kepala anak kembar siam berusia 13 bulan, dan saat keluar dari rumah sakit hingga kini si kembar siam laki-laki itu sehat- sehat saja.

Menurut Alo Dokter, Kembar siam adalah kembar identik yang masih memiliki bagian tubuh yang terhubung. Kondisi ini tiga kali lebih sering terjadi pada bayi perempuan dibandingkan bayi pria.

Kembar siam.

Penyebab di balik kembar siam belum diketahui secara pasti. Para pakar menduga ada dua teori yang mungkin memicu kondisi ini, yaitu:

Pembelahan tidak sempurna pada satu sel telur yang sudah dibuahi. Proses pembelahan sebuah sel telur menjadi dua biasanya terjadi pada delapan hingga 12 hari setelah sel telur bertemu sperma.

Jika pembelahan terjadi lewat dari jangka waktu, pembelahan cenderung terhenti sebelum proses selesai dengan sempurna. Dua embrio awalnya terpisah kembali menempel dan menyatu.

Jenis-jenis Kembar Siam;
Bagian tubuh yang terhubung pada kembar siam bermacam-macam. Perbedaan inilah yang menjadi patokan dalam menentukan jenis kembar siam. Dada merupakan bagian tubuh yang paling sering terhubung pada sebagian besar bayi kembar siam. Tetapi bayi kembar siam juga memiliki kemungkinan untuk terhubung di bagian tubuh lain, misalnya perut, tulang belakang, panggul, atau bahkan kepala.

Selain beberapa jenis kembar siam di atas, ada satu jenis yang dikenal dengan istilah kembar siam parasitik. Ini adalah kondisi di mana salah satu dari bayi kembar berukuran lebih kecil dan fisiknya tidak terbentuk secara sempurna.

Proses Diagnosis dan Penanganan Kembar Siam;
Kemungkinan kembar siam pada janin dapat diketahui melalui pemeriksaan USG standar sejak trimester pertama. Untuk melihat sejauh mana bayi kembar terhubung dan bagaimana fungsi organ mereka, dapat dilakukan pemeriksaan yang lebih canggih saat trimester kedua, seperti USG yang lebih mendetail, ekokardiogram, dan MRI scan.

Kembar siam.

Selama masa kehamilan, ibu yang mengandung anak kembar siam akan menjalani pemantauan oleh dokter secara saksama hingga melahirkan. Proses persalinan yang akan dijalani adalah operasi caesar. Operasi ini biasanya akan direncanakan sebelum tanggal kelahiran. Misalnya, pada dua minggu hingga satu bulan sebelum tanggal perkiraan kelahiran.

Selain proses kelahiran yang sulit, bayi kembar siam juga memiliki peluang hidup yang rendah. Sebagian besar bayi kembar siam cenderung kehilangan nyawa mereka pada saat lahir atau tidak lama setelahnya.

Sebagian kecil bayi kembar siam yang bertahan hidup berpeluang untuk menjalani operasi pemisahan. Meski demikian, operasi ini termasuk prosedur yang berisiko tinggi dan berbahaya.

Tingkat kesulitan prosedur pemisahan yang akan dilakukan tentu tidak sama untuk masing-masing pasangan bayi kembar siam. Perbedaan ini tergantung pada bagian tubuh mana dan organ dalam apa yang menyatu, serta kondisi kesehatan kedua bayi.

Keahlian tim dokter bedah juga akan menjadi kunci penting dalam menentukan kesuksesan prosedur operasi. Selain itu, tim dokter bedah juga harus memikirkan tentang operasi rekonstruksi apa yang mungkin perlu dilakukan jika operasi pemisahan berhasil. (adams)

Komentar

Komentar