Home Breaking News Agung : Stabil Harga Sembako di Kota Manado

Agung : Stabil Harga Sembako di Kota Manado

76
Kepala BKP Kementan Agung Hendiadi (baju putih) tengah berdialog dengan pedagang Cabai Rawit, cabai merah dan tomat di Kota di Pasar Tradisional Kota Manado.

MANADO, CITRAINDONESIA.COM- Menjelang Tahun baru 2018, pasokan dan harga pangan atau Sembako di Kota Manado aman dan terkendali. Kondisi ini perlu terus dijaga. Fluktuasi harga pangan sering terjadi pada akhir tahun dan menjadi perhatian pemerintah untuk mengendalikannya.

‘Meskipun rutin dilakukan setiap tahun, kita harus mengantisipasi sekecil apapun kemungkinan terjadinya anomali harga menjelang Tahun Baru 2018, mengingat adanya cuaca ekstrim dan bencana alam di beberapa daerah’, ujar Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP), Kementerian Pertanian, Agung Hendriadi, saat pantau pasar tradisional di Kota Manado, Sulawesi Utara, tertulis dari Kabag Humas, Kementan Marihot H Panggaben diterima citraindonesia.com, di Jakarta, Jumat (29/12/2017).

Menurut Agung, berdasarkan pemantauan ke pedagang eceran di Pasar Bersehati dan Pasar Karombasan Kota Manado, stok dan harga Sembako menjelang tahun 2018 tergolong stabil dan tidak menunjukan kenaikan harga yang berarti.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Asosiasi Pemotongan Sapi Kota Manado, Oppe Muhammad mengatakan harga daging sapi sejak tanggal 1 Oktober 2017 sampai saat ini stabil pada harga rata-rata Rp105.000/kg.

Sementara itu harga cabai rawit merah di tingkat konsumen berkisar antara Rp40.000/kg – 50.000/kg, bawang merah antara Rp20.000/kg- Rp24.000/kg, Beras pada kisaran Rp9.200/kg – Rp12.300/kg, Telur Ayam berkisar Rp1.900 – 2.000/butir dan harga Daging Sapi murni Rp105.000/kg – 110.000/kg.

Agung juga membenarkan bahwa ketersediaan pangan di suatu wilayah tertentu sangat mempengaruhi situasi harga pangan, terutama periode hari besar keagamaan (HBKN), permintaan bahan pangan cenderung mengalami kenaikan dibandingkan dengan situasi normal.

Begitu juga saat menjelang Tahun Baru meskipun kenaikannya tidak terlalu signifikan, pemerintah perlu mewaspadai ketersediaan dan stabilitasi harga.

‘Jika ada kekuragan stok atau harga tinggi bisa segera diintervensi oleh pemerintah daerah’, pungkasnya. (dewi)

image_pdfimage_print

Komentar

Komentar