Home Breaking News ADB : Perubahan Iklim Gerus Hasil Panen Padi 50 Persen

ADB : Perubahan Iklim Gerus Hasil Panen Padi 50 Persen

182
Sawah yang kebanjiran. (Foto: Infogambar)

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Asian Development Bank (ADB), menegaskan bahwa perubahan iklim tidak menentu menggerus perekonomian masyarakat di kawasan Asia dan Pasifik.

“Perubahan iklim menyebabkan penurunan hingga 50 persen pada hasil padi di beberapa negara di Asia Tenggara, menyebabkan kekurangan pangan,” ujar ADB rilisnya. Asia tenggara berarti Indonesia ikut di dalamnya.

Kondisi ini mengakibatkan hal yang sangat serius, ketika ancaman kelaparan sudah datang ke depan kita.

Bahwa suhu udara rata-rata di Asia diproyeksikan meningkat sebesar 6 derajat Celcius pada akhir abad ini, kondisi di bawah skenario bisnis sebelumnya.

Kerugian tahunan akibat banjir dan bencana lainnya juga akan meningkat hampir 9 kali lipat pada tahun 2050 dari tahun 2005.

“Akibatnya kerugian menjadi sekitar 52 miliar dolar di seluruh dunia,” paparnya.

Laporan ini juga merupakan bagian dari hasil penelitian untuk 20 kota dengan tingkat pertumbuhan banjir tahunan tertinggi tahun 2005 sampai 2050. Lokasi terkonsentrasi di Asia.

Di antara kota-kota tersebut adalah Bangkok, Guangzhou di Cina selatan, dan Nagoya di Jepang tengah.

Dikatakan perubahan iklim global adalah tantangan terbesar yang membesar peradaban di abad ke-21.

Untuk mengurangi dampak perubahan iklim, ADB meminta negara-negara untuk menerapkan komitmen yang ditetapkan dalam Kesepakatan Paris.

Dan sekedar tahu bahwa Presiden AS, Donald Trump, membatalkan kesepakatan Presiden Obama, yang awalnya menyetujui perjanjian paris itu.

“Sebaliknya ekonomi Asia akan terkena kerusakan yang menghancurkan,” jelasnya. (linda)

Komentar

Komentar