Home Breaking News “Ada-ada aja” Jokowi Ngeles Soal Puluhan Ribu Pekerja Illegal Asal China

“Ada-ada aja” Jokowi Ngeles Soal Puluhan Ribu Pekerja Illegal Asal China

619
Pekerja asing ilegal asal China yang tertangkap dan tengah didata petugas imigrasi. (Foto: Dakwatuna)

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Presiden Joko Widodo (Jokowi), ngeles atas membludaknya puluhan juta pekerja illegal asal China (Tiongkok) ke Indonesia. Lah, kata Jokowi itu gak benar!¬†Itu¬†wisatawan “ada- ada aja!”

“Sepuluh juta itu adalah turis yang kita harapkan dari Tiongkok untuk bisa masuk ke Indonesia,” ujar Jokowi dalam keterangan persnya, pada Deklarasi Pemagangan Nasional di kawasan Karawang International Industrial City (KIIC), Jawa Barat, Jumat, (23/12/2016).

Indonesia sendiri memang belakangan ini sedang gencar-gencarnya membidik pariwisata sebagai sektor andalan negara. Tak heran, sejumlah langkah terus dikebut pemerintah untuk meningkatkan jumlah wisatawan asing ke Indonesia.

Menilik ke belakang, langkah tersebut sebenarnya telah diusahakan sejak kunjungan Presiden Jokowi ke Tiongkok Maret 2015 silam. Saat itu Presiden Joko Widodo di antaranya membahas mengenai kerja sama pariwisata dengan berharap agar terjadi peningkatan jumlah wisatawan Tiongkok ke Indonesia.

Meski demikian, hal tersebut diakui Presiden bukanlah hal yang mudah. Sebab, Indonesia harus berkompetisi dengan negara-negara lainnya untuk mendatangkan wisatawan asing tersebut. Presiden juga menekankan bahwa upaya tersebut sama sekali tidak berkaitan dengan ketenagakerjaan.

“Itu jadi rebutan. Nomor satu sekarang dalam perebutan turis dari Tiongkok itu ialah Amerika karena bisa merebut 150 juta turis Tiongkok. Nomor dua adalah Uni Eropa. Ini urusannya adalah turisme, bukan tenaga kerja,” lanjut Presiden.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga sempat mempertanyakan hitungan sepuluh juta tenaga kerja Tiongkok yang masuk ke Indonesia. Karena berdasarkan data resmi pemerintah, tenaga kerja dari Tiongkok sampai saat ini hanya berada pada angka 21 ribu orang.

“Jangan ditambahkan nol terlalu banyak. Saya kira tenaga kerja kita yang ada di Malaysia lebih dari 2 juta orang, yang ada di Saudi lebih dari 1 juta orang, yang ada di Hong Kong 153 ribu orang, yang ada di Thailand 200 ribu orang. Negara mereka _welcome_ dan biasa-biasa saja,” tekannya.

Selain itu, Kepala Negara juga tak habis pikir bahwa desas-desus tersebut dapat terus berkembang. Bila ditelisik lebih lanjut, pendapatan yang para tenaga kerja asing dapatkan akan lebih kecil bila sekarang ini bekerja di Indonesia dibanding dengan negara asal atau negara-negara lainnya.

“Tetapi di kita logikanya tidak mungkin tenaga kerja dari luar, misalnya dari Hong Kong atau dari Eropa dan Amerika, masuk. Tidak mungkin, karena yang jelas gaji mereka di sana lebih besar daripada di kita. Kita harus bicara apa adanya,” ucap Presiden.

Menanggapi pertanyaan jurnalis mengenai masuknya tenaga kerja ilegal menggunakan kebijakan bebas visa, Jokowi sekali lagi menyebut bahwa hal tersebut hanyalah berlaku untuk kepentingan turisme, bukan kepentingan pekerjaan.

“Itu untuk turis, kalau ada yang ilegal ya tugasnya imigrasi dan Kemenaker untuk menindak,” terangnya.

Biar tahu saja, tenaga kerja illegal asal China itu banyak yang jadi petani di berbagai pelosok tanah air. Bahkan keberadaan mereka telah merepotkan aparat hingga imigrasi. (isr)

 

Komentar

Komentar