Home Breaking News ACTA Laporkan Pemilik Akun Nathan P Suwanto ke Bareskrim Polri

ACTA Laporkan Pemilik Akun Nathan P Suwanto ke Bareskrim Polri

183
Wakil Ketua DPR Fadli Zon. (Foto: Ridwan/Citraindonesia)

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Wakil Ketua Aku Cinta Tanah Air (ACTA) melaporkan pemilik akun Twitter Nathan P Suwanto di Bareskrim Polri. Nathan dilaporkan akibat cuitan yang diduga mengandung ujaran kebencian bahkan ancaman pembunuhan.

“Kami ke sini (Bareskrim) untuk melakukan laporan polisi terhadap Nathan P Suwanto terkait postingan pribadi beliau di akun Twitter milik pribadinya,” ujar Wakil Ketua ACTA, Ali Lubis, di Bareskrim, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (1/5/2017).

Postingan tersebut kata dia, berbunyi If you know of a way to crowdfund assassins to kill Fahira Idris, Fadli Zon, Fahri Hamzah, Rizieq Sihab, Buni Yani, and Friends, lemme know. Yang mana Lubis menerangkan, bahwa maksud dari postingan tersebut bernada mengancam keselamatan orang-orang yang disebutkan, termasuk Fadli Zon.

“Intinya Nathan ini sudah menyebarkan kebencian dan mengancam keselamatan terhadap orang-orang yang disebutkan di dalam itu,” kata Lubis.

Sehingga ACTA meminta agar polisi segera mengusut kasus tersebut. Lubis juga berharap agar polisi segera memanggil Nathan untuk juga diminta keterangnya terkait maksud dan tujuan dari postingan itu.

“Sodara Nathan ini untuk segara bisa dipanggil, karena dia sudah menyebarkan kebencian dan mengancam keselamatan orang-orang,” ungkapnya.

Fadli Zon menurut Lubis tidak dapat hadir. Alasannya karena ada kegiatan yang tidak bisa ditinggalkan oleh Fadli.

“Tadi malam Fadli Zon sudah konfrim hadir dan beliau punya niat langsung laporan sendiri tapi berhubung ada suatu hal yang tidak bisa ditinggalkan, beliau mengutus kami,” jelasnya.

Anggota ACTA lainnya, Agustiar memaparkan malaporkan Nathan dengan tuduhan melanggar Pasal UU No 11 Tahun 2008 tentang informasi dan transaksi Eletronik. Khususnya kata dia, mengenai Pasal 28 ayat (2) mengenai penyebaran ujaran kebencian atau permusuhan.

“Kami juga membawa bukti-bukti seperti tautan dan foto-foto yang ditampilkan dalam Tweet terkait, serta dua orang saksi,” kata Agustiar.

Dia menjabarkan pelaporan ini dilakukan karena bunyi Tweet Nathan yang bernada mengancam keselamatan Fadli Zon. Bahkan ACTA menilai bahwa tidak ada penyesalan yang dilakukan oleh Nathan pasca memposting tulisan tersebut.

“Kami menangkap gelagat si pelaku merasa kebal hukum dan tidak takut terhadap konsekuensi hukum perbuatannya,” ujar Agustiar. (*)

Komentar

Komentar