Home Breaking News Abdullah Azwar Anas ‘Emas 24 Karat’ Megawati dan Nasib Gus Iful

Abdullah Azwar Anas ‘Emas 24 Karat’ Megawati dan Nasib Gus Iful

336
Abdullah Azawar Anas, Hasto Kristiyanto dan Megawati - foto berbagai sumber

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Abdullah Azwar Anas bagai sebatang ‘Emas 24 Karat’ yang kilaunya menyejukkan bagi sosok Presiden RI ke-6 Megawati Sukarnoputri dan Partainya PDI Perjuangan!

‘Iya kalau melihat realitas dari berita- berita di media nasional dan media online yang kita simak sejak kemarin sore di Kediaman ibu Mega di Jalan Teuku Umar ya seperti judul berita ini’, ujar Ali Umar Hattab, di Jakarta, Sabtu malam (6/1/2018), melalui sambungan telepon kepada citraindonesia.com, terkait memanasnya politik terkait kasus itu menjelang Pilkada serentak tahun 2018.

Judul berita ini memang atas permintaan Ali Umar Hattabah yang mengaku tengah berada di Australia untuk sebuah pekerjaan, yang memang juga lulusan dari sebuah perguruan tinggi di Negara Kanguru.

Dan keyakinannya bahwa Abdullah Azwar Anas bagai ‘Emas 24 Karat’ di mata Presiden RI ke-6 Megawati Sukarnoputri dan Partainya PDI Perjuangan, karena selama ini yang dia tahu seorang Megawati adalah sosok perempuan tangguh, tidak cengeng.

‘Setahu saya Ibu Mega itu perempuan tangguh dan bermental baja. Tidak cengeng plus tabah. Lihat sejarah peristiwa Kudatuli Rabu (27/7/2011). Beliau dan timnya berhasil merebut Partai PDI dan kantornya di Jalan Diponegoro 58 dari Ketua Umum Soerjadi hasil Kongres Medan periode 1996-1998 dan Sekjen Buttu Hutape. Serangan itu dahsyat euh. Korban banyak berjatuhan. Sejak itu saya menjulikinya bionic women, seperti julukan Perdana Menteri Inggris Margaret Thatcher’, tambahnya memuji sosok Mega yang dia kenal.

Yaa.. tapi kok dalam kasus foto mirif Azwar Anas ini, beliau menangis, juga para  pendukung versi Sekjen PDIP hasto Kristiyanto. Kan diluar kebiasaan beliau. Apalagi ini kan masalah politik, dan foto itu belum tentu benar adanya, tanya citraindonesia.com, lagi.

‘Makanya bukan cuma kita. Publik juga pasti terheran- heran. Kok sampai nangis begitu, kok segitunya, gitu loh. Tapi mungkin – ya mingkin beliau terlalu sayang dan juga kasihan, atau mengangggap Abdullah Azwar Anas, seperti anak sendiri. Atau mungkin Bu Mega semakin sepuh, ya kita harus maklumi, pasti mudah tersinggung ketika ada yang mengganggunya. Lagi pula kan Pak Taufik Kiemas sudah almarhum. Ya tidak ada sosok pendamping mengobati luka hatinya, ya manusiawi’, ramalnya.

Solusinya? ‘Menurut saya yaa jangan patah arang. Dulu kan saat bu Mega mau Calon Presiden, banyak menolak. katanya perempuan tak boleh jadi imamnya lelaki. Tapi kan beliau maju terus dan jadilah. Nah dalam kasus foto ini, juga harus maju terus. Walau dicari siapapun gantinya. Bu Mega pasti banyak stok. Kan juga Pak Azwar Anas, saya belum dengar beliau menghadap langsung ke Ibu Mega untuk menyatakan mundur dari pencalonanya balon Wagub Jatim mendampingi Saifullah Yusuf. Jadi bisa saja Pak Azwar Anas maju terus. Karena politik jelang Pilkada serentak 2018 sangat dinamis. Nah, kalaupun Pak Azwar Anas, benaran mundur dari pencalonan seperti diberitakan banyak media, ya saya rasa PDIP ada segudang kader bagus penggantinya. Ya… tapi sejatinya kata saya, lupakan kasus foto – foto itu. Kalau bukan Pak Azwar Anas yang di foto itu, kenapa harus malu, kenapa harus takut. Maju terus dong. Semakin beliau takut, yaa semakin justifikasi bagi orang’, katanya menyarankan.

Siapa sosok paling cocok menggantikan Pak Azwar Anas? ‘Itu Bu Mega sudah pasti tahu itu. Tapi Bu Mega dan PDI Perjuangan juga harus pikirkan nasib Saifullah Yusuf. Kasih Gus Iful, jika menggantung begitu. PDIP harus bergerak cepat mencari pendampingnya sebelum buka pendaftaran ke KPUD Jatim’, katanya menyarankan. (adams)

image_pdfimage_print

Komentar

Komentar