Home Breaking News 700 Lebih Pulau Belum Ada Infrastruktur Penghubungnya

700 Lebih Pulau Belum Ada Infrastruktur Penghubungnya

308
Gubernur Maluku Utara Abdul Ghani Kasuba menjawab wartawan usai rapat terbatas, di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (28/2/2017).

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Gubernur Maluku Utara, Abdul Ghani Kasuba menyampaikan beberapa hal prioritas untuk pembangunan Maluku Utara, termasuk belum adanya infrastuktur penghubung antar pulau.

“Ada 805 pulau. 82 ada penghubungnya sementara 700 lebih belum ada penghubungnya. Ya ini memerlukan pembangunan konektivitas, harus dibangun infrastruktur jalan, jembatan, kemudian antar pulau itu fery. Ini yang harus dibangun,” ungkapnya saat momentum Rapat Terbatas yang dipimpin langsung oleh Presiden Jokowi dan dihadiri para Menteri Kabinet Kerja di Jakarta, Selasa (28/2/2017).

Gubernur Maluku Utara itu juga menyampaikan pentingnya pembangunan infrastruktur yang dapat menghubungkan antar pulau di Maluku Utara. Khususnya di pulau-pulau besar seperti Pulau Obi, Pulau Mororai, Pulau Bacan, dan sebagainya.

“Pertama sekali adalah infrastruktur jalan dekat Halmahera yang menyentuh 6 Kabupaten/Kota, yang sampai hari ini belum selesai,” ungkapnya.

Lanjutnya, pembangunan pelabuhan dan bandara juga membutuhkan penanganan pusat. Ia mencontohkan seperti Pelabuhan Sofifi Kota Baru, dan tiga bandara di Maluku Utara, antara lain bandara di Morotai, Bandara Kuabang Kao, dan Bandara Oesman Sadik di Labuha.

“Kalau dibangun bisa diekspor tuna ke mancanegara, utamanya di pulau yang dekat,” tambahnya.

Menurutnya, meski sudah dibangun, bandara tersebut baru bisa menampung pesawat kecil. Namun, detail kalkulasi dana yang dibutuhkan belum dibahas dalam ratas kali ini.

“Kami serahkan ke Kementerian untuk melihat berapa hitungannya pembangunan ini,” pungkasnya. (pemi)

Komentar

Komentar